Nalar24.id | KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam rangka memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di Kota Tangerang.
Kegiatan strategis tersebut dilaksanakan pada Selasa, 3 November 2026 pukul 08.00 WIB hingga 11.15 WIB. Rakor dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Drs. H. Herman Suwarman, M.Si selaku penanggung jawab kegiatan.
Bertempat di Ruang Rapat Walikota Lt 2 Puspemkot Tangerang, Jl. Satria Sudirman No.01 RT 02 RW 01, Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, rakor ini dihadiri sebanyak 15 orang dari berbagai instansi.

Pejabat yang hadir di antaranya Asda 2 Pemkot Tangerang Ruta Ireng Wicaksono, Kaban Bappeda Kota Tangerang Hj. Yeti, Kadis Kominfo Kota Tangerang Hj. Mugiya W, Babinsa Kelurahan Sukaasih Koramil 01/Tgr Sertu Slamet Hariyanto, perwakilan DKP Kota Tangerang Hasto S, Indagkop UKM Juri, BPS Kota Tangerang Vivi Frizalda, Perumda Pasar Kota Tangerang Zaenal Abidin, Disperkimtan Ratih, Staf Setda Lutfiah, hingga PT. TNG Kota Tangerang Anneke Wati.
Dalam rakor tersebut, TNI menegaskan komitmennya dalam mendukung pengendalian inflasi. TNI siap membantu pengendalian inflasi di semua wilayah, mendukung program ketahanan pangan, mendukung program kesehatan, pengentasan kemiskinan dan pemberantasan stunting, serta mendukung alutsista untuk membantu Pemda dalam mengatasi kesulitan masyarakat.
Rakor juga menyoroti faktor penyebab lonjakan inflasi yang perlu diwaspadai. Di antaranya cuaca ekstrim yang dapat menyebabkan gagal panen pada sektor pertanian dan naiknya harga bahan pokok, geopolitik global, perang Ukraina vs Rusia, perang Iran vs AS dan Israel, bencana alam, serta kemarau panjang.
BACA JUGA : Sekda Soma Atmaja Pimpin Apel Pagi Pemkab Tangerang, Tekankan Integritas Jabatan dan Kemandirian Fiskal

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkot Tangerang telah menyiapkan 11 strategi pengendalian inflasi. Pertama, pemantauan harga dan stok untuk memastikan kebutuhan tersedia. Kedua, menjaga bahan pokok dan pasokan barang tetap terpenuhi dengan baik.
Ketiga, gerakan menanam tanaman ketahanan pangan di pekarangan. Keempat, melaksanakan operasi pasar dengan dinas terkait. Kelima, melaksanakan sidak ke pasar dan distributor agar tidak menahan barang.
Keenam, berkoordinasi dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan. Ketujuh, memperbanyak pasar murah atau bazar sembako dan UMKM. Kedelapan, pemberian Bansos yang tepat guna dan tepat sasaran.
Kesembilan, optimalisasi pemanfaatan lahan rawa-rawa dan lahan tidur dipergunakan untuk lahan ketahanan pangan. Kesepuluh, memperkuat koordinasi lintas sektor. Kesebelas, optimalisasi pelaksanaan Perpres No 81 Tahun 2024.
Susunan acara rakor meliputi pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sambutan Sekjen Kemendagri secara virtual, paparan dari Satgas Pangan TPID, kesimpulan atau evaluasi, hingga penutup. Dalam evaluasi juga dibahas stabilitas harga BBM, tupoksi MBG dalam pengawasan SPPG terkait kesehatan, serta program sertifikat tanah oleh Kementerian PKP dan ATR/BPN.
Kesimpulan evaluasi menegaskan Rakor TPID dilaksanakan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor terkait kelancaran pasokan kebutuhan pangan agar harga pokok tetap stabil. Strategi TPID juga menjaga daya beli masyarakat melalui gerakan gemar menanam, bazar pasar murah, dan sidak pasar rakyat. Setiap selesai rakor, agar segera ditindaklanjuti agar inflasi daerah tetap terkontrol dengan baik.
(molly)

Respon (1)