Nalar24.id | TANGERANG – Pemerintah Kabupaten Tangerang memberikan apresiasi tinggi terhadap peran Universitas Tangerang Raya (UNTARA) dalam mencetak generasi muda lewat pengabdian masyarakat. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja yang mewakili Bupati Tangerang pada Pembekalan dan Pelepasan KKN UNTARA Tahun 2026 di Aula UNTARA, Sabtu (31/10/2026).
Soma menegaskan, kampus memiliki posisi strategis dalam akselerasi pembangunan daerah. Salah satunya melalui KKN yang menjadi jembatan langsung antara ilmu di kampus dengan realita di lapangan.
Menurutnya, KKN bukan sekadar syarat kelulusan akademik, melainkan wahana bagi mahasiswa untuk menguji ilmu, melatih kepekaan sosial, dan memahami persoalan desa.

“KKN ini wahana krusial untuk menerapkan ilmu sekaligus menyelami dinamika masyarakat. Kami harap mahasiswa hadir dengan gagasan segar, inovasi, dan solusi konkret untuk kemajuan desa,” tegas Soma.
BACA JUGA : Dispora Banten Gelar Dialog Kepemudaan 98 Tahun Sumpah Pemuda, DPD KNPI Banten Tegaskan Garda Perubahan
Tahun ini, KKN UNTARA mengusung tema _“UNTARA Membangun Desa Cerdas, Sehat, Produktif, dan Berkeadilan Hukum”_. Tema tersebut dinilai selaras dengan visi Pemkab Tangerang mewujudkan desa maju, mandiri, dan berdaya saing.
Soma menjelaskan, pembangunan desa tidak bisa hanya fokus pada infrastruktur fisik. Pembangunan harus menyentuh SDM, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga literasi hukum.
Mahasiswa diharapkan mampu mendorong desa cerdas lewat peningkatan kualitas pendidikan, desa sehat lewat kesadaran hidup sehat, desa produktif lewat pengembangan potensi ekonomi lokal, dan desa sadar hukum lewat edukasi hukum.

Pada kesempatan yang sama, Soma juga mengapresiasi peran Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang mendampingi 700 mahasiswa selama KKN agar kegiatan berjalan optimal dan memberi dampak nyata.
“Semoga momentum ini mempererat sinergi strategis antara UNTARA dan Pemkab Tangerang dalam akselerasi pembangunan dan pemberdayaan desa,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar mahasiswa menjaga nama baik almamater, menjunjung etika, dan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Pertama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Siti Aisyah Fatmah, menilai kolaborasi kampus dan desa memberikan dampak nyata terutama dalam menggerakkan ekonomi warga.
“Kami sangat apresiasi KKN UNTARA. Keterlibatan perguruan tinggi seperti ini penting untuk mendorong kemajuan desa, khususnya mengembangkan dan memajukan UMKM lokal agar lebih berdaya saing,” kata Siti.
Ia berharap KKN tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan memberikan dampak jangka panjang bagi kemandirian ekonomi desa dan mampu membuat UMKM naik kelas.
Rektor UNTARA, Mardiyana, menyebutkan sebanyak 700 mahasiswa dari berbagai program studi diterjunkan ke desa-desa lokasi KKN.
“Ini ujian awal bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu di bangku kuliah. Saya berharap kehadiran mahasiswa UNTARA benar-benar membantu masyarakat dan memberi kontribusi positif bagi desa,” pungkas Mardiyana.
(red24)
