Bupati Tangerang Paparkan Strategi Ekonomi Kreatif Berbasis Wilayah di Indonesia Creative Connect 2026

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memaparkan strategi pengembangan ekonomi kreatif berbasis klaster wilayah dan capaian pertumbuhan 61.000 UMKM di Kabupaten Tangerang pada forum Indonesia Creative Connect dan Rakornas ICCN 2026 di Jakarta, Minggu (25/10/2026). (Foto: http://Nalar24.id / Dok. Pemkab Tangerang)

Nalar24.id | JAKARTA – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri Indonesia Creative Connect dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) 2026 yang digelar di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta Selatan, Minggu (25/10/2026).

Kehadiran Bupati Maesyal dalam forum nasional ekonomi kreatif tersebut untuk memaparkan strategi pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan ekonomi kreatif yang menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal mengungkapkan bahwa keberadaan UMKM, khususnya di sektor industri kreatif dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tangerang, selain sektor perdagangan dan jasa. Pemerintah daerah terus hadir dan mendukung pengembangan dan pemberdayaan UMKM, khususnya di bidang industri ekonomi kreatif sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah.

“Kita mengklusterkan potensi ekonomi kreatif ini menurut perwilayahan karena luasnya Kabupaten Tangerang. Di wilayah utara terkait dengan potensi kelautan, di wilayah selatan ada kuliner makanan dan minuman, di wilayah tengah atau barat ada kegiatan kerajinan dan bahan bakunya, kerjasama dengan Dekranasda. Tiga lokasi ini kita mapping sekaligus menjadi potensi yang bisa memajukan UMKM sekaligus juga dijalankannya ekonomi kreatif di Kabupaten Tangerang,” ungkap Bupati Maesyal.

Lanjut dia, peran pemerintah di semua tingkatan berkomitmen hadir untuk masyarakat. Tidak hanya melakukan pembinaan yang berkelanjutan, pemberian bantuan stimulan berupa sarana prasarana dan permodalan serta layanan legalitas usaha dan beasiswa pendidikan juga dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kemandirian para pelaku usaha UMKM.

“Pemerintah daerah membantu fasilitas tangkap ikan kepada para nelayan seperti perahu, alat tangkap, kita bantu lagi bahan bakarnya. Kepada istri-istri nelayan juga kita berikan pelatihan terkait olahan berbahan ikan, ada bakso, otak-otak, kerupuk dan bahan olahan ikan lainnya,” imbuhnya.

Bupati Maesyal juga memaparkan selain bantuan dan pembinaan, Pemkab Tangerang telah membangun Rumah Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi dan Usaha Mikro (RPPKUM) sebagai tempat untuk konsultasi dan pelatihan. Pemerintah daerah juga terus mendorong pihak swasta untuk berpartisipasi aktif membantu para pelaku usaha ekonomi kreatif dalam mengembangkan usahanya baik melalui program CSR maupun memberikan ruang yang lebih luas kepada para pelaku industri kreatif.

“Dukungan pemerintah ini cukup berhasil, terlihat jumlah 61.000 UMKM pada tahun 2024, dalam 1 tahun bertambah lagi sekitar 17.000 UMKM pada tahun 2025. Bertambahnya UMKM ini memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang yang saat ini adalah 5,67 persen,” ujarnya.

Bupati menambahkan, pihaknya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengelola ekonomi kreatif sehingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Tangerang dengan situasi kondisi dan aktivitas ekonomi kreatif sampai saat ini adalah Rp5,2 triliun. Kontribusi dari UMKM kepada masyarakat sekaligus juga kepada Pemda untuk membangun ekonomi kreatif memberikan kontribusi kepada provinsi dan pada tingkat nasional.

Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha yang hadir sebagai salah satu pembicara dalam forum tersebut mengungkapkan Kementerian Kebudayaan RI tengah berjuang untuk mendaftarkan warisan budaya tak benda Indonesia kepada UNESCO sebagai bagian dari warisan dunia.

“Di akhir tahun ini, insya Allah kita akan mendaftarkan ke UNESCO bahwa tempe sebagai salah satu warisan budaya tak benda Indonesia yang akan siap menjadi bagian dari diplomasi budaya bisa menjadi bagian warisan budaya tak benda dunia. Kami butuh bantuan dari teman-teman semua,” ungkap Giring.

Dia menambahkan, saat ini ada sekitar 3.765 warisan budaya tak benda Indonesia yang siap sebagai bahan baku untuk harus terus dikembangkan, dilestarikan dan dimanfaatkan lebih luas.

“Saya harapkan akan lebih banyak lagi anak-anak muda kreatif yang mengembangkan tempe dan lain sebagainya menjadi yang adalah sebuah superfood, makanan super, agar bisa lebih mendunia lagi,” pungkasnya.

red24

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *