Nalar24.id | TANGERANG – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah membuka Jambore Ajang Kreativitas Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) se-Kabupaten Tangerang Tahun 2026 yang dilaksanakan di Aula Gedung Diklat Kitri Bhakti Curug, Kamis (08/10/26).
Kegiatan yang mengusung tema “Remaja Sadar, Indonesia Bersinar” ini diikuti oleh 223 peserta dari 43 kelompok PIK-R se-Kabupaten Tangerang dan akan berlangsung selama tiga hari mulai Kamis hingga Sabtu. Jambore ini juga menjadi puncak pertemuan 13 finalis terbaik PIK-R se-Kabupaten Tangerang.
Dalam sambutannya, Wabup Intan menekankan kepada seluruh peserta jambore bahwa kehadiran dan keikutsertaan para remaja bukan hanya sekadar untuk mengikuti perlombaan, permainan, atau menghabiskan waktu bersama teman-teman namun juga merupakan bagian dari pembentukan karakter, mental dan spiritual remaja.
“Kalian hadir sebagai bagian dari generasi yang sedang dipersiapkan untuk menjadi kekuatan besar Kabupaten Tangerang dan Indonesia di masa depan. Karena Indonesia yang bersinar tidak mungkin dibangun hanya oleh orang dewasa,” ujar Wabup Intan di hadapan ratusan peserta yang mengenakan atribut Duta Genre.

Dia mengatakan tema kegiatan “Remaja Sadar, Indonesia Bersinar”, sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi saat ini. Menurut dia, Indonesia, khususnya Kabupaten Tangerang yang bersinar harus dipersiapkan sejak dini, melalui remaja yang sadar akan dirinya, sadar akan potensinya, sadar terhadap lingkungan sekitarnya, sadar dalam pengambilan keputusan, dan yang paling penting adalah sadar bahwa setiap pilihan dan keputusan yang dibuat hari ini akan menentukan masa depan nantinya.
“Jambore ini menjadi kesempatan bagi kalian untuk belajar tentang kepemimpinan, kerja sama, kemandirian, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan. Saya ingin kalian pulang membawa sesuatu yang jauh lebih berharga daripada piala, bawalah pengalaman, persahabatan, keberanian dan nilai-nilai baik yang kalian dapatkan selama mengikuti jambore ini,” tandasnya.
BACA JUGA : Pemahaman Hukum Adalah Investasi”, Pesan Dirbinum Puspomau ke Personel Lanud Dhomber
Wabup Intan berharap Jambore PIK-R tidak hanya menjadi ajang komunitas semata, tetapi juga mampu menjadi ruang aman bagi remaja untuk belajar, berdiskusi dan saling mendukung satu dengan yang lainnya. Ruang aman ini penting untuk mencegah perundungan dan masalah kesehatan mental remaja.
“Jambore PIK-R ini harus menjadi ruang aman bagi remaja untuk belajar, berdiskusi, bertanya, saling menguatkan, saling mendukung dan saling mengingatkan teman seusianya,” ujarnya.
Dia juga berpesan kepada seluruh peserta jambore agar menjadi remaja yang hebat. Remaja yang berani bersuara dan berani bersikap apabila ada teman dan remaja lainnya yang mengalami perundungan dan kesulitan. Pesan anti-bullying ini menjadi fokus utama dalam jambore tahun ini.
“Menjadi hebat adalah ketika kita bisa membantu orang lain untuk ikut bertumbuh. Ketika ada teman yang sedang mengalami kesulitan atau perundungan, jangan dijauhi, ketika ada teman yang kehilangan arah, jangan dihakimi, ketika ada teman yang memiliki potensi, jangan merasa tersaingi, justru rangkul, dukung, dan tumbuh bersama,” tegasnya.
BACA JUGA : Dari Semak Belukar Menuju Pentas Nasional Inilah Sosok di Balik Keajaiban Kampung Jimpitan KB2
Selain itu, Wabup Intan juga meminta seluruh peserta untuk mengikuti seluruh tahapan kegiatan dengan baik, menjaga kesehatan, kekompakan dan nama baik diri sendiri, sekolah, keluarga, dan Kabupaten Tangerang selama tiga hari pelaksanaan jambore.
Ketua pelaksana kegiatan, Aisya Anggraini melaporkan bahwa jambore tersebut merupakan sarana bagi seluruh anggota PIK-R untuk dapat mengembangkan kemampuan serta menguatkan relasi pertemanan. Jambore tersebut juga merupakan rangkaian puncak yang mempertemukan 13 finalis terbaik se-Kab. Tangerang.
“Jumlah pesertanya 223 orang, dengan 43 kelompok PIK-R. Kegiatan ini akan berlangsung selama 3 hari, dimulai hari ini sampai hari sabtu,” ungkap Aisya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, dr. Muchlis mengatakan jambore tersebut bertujuan untuk memicu inovasi dan kreativitas remaja dalam merespon isu kesehatan mental, kesehatan reproduksi, serta tantangan kontemporer lainnya yang dikemas melalui konsep kebersamaan di alam terbuka.
“Jambore ini akan di isi dengan penyampaian materi yaitu penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja, HIV/AIDS, dan pelatihan modul PSKS, serta lomba dan permainan yang edukatif bagi remaja,” jelasnya.
Pihaknya berharap setelah mengikuti kegiatan, seluruh peserta lebih memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial dan lingkungan alam, rasa solidaritas antar sesama remaja guna menciptakan lingkungan remaja yang sehat, aman, dan produktif serta mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari serta terampil merancang perencanaan masa depan yang baik bagi diri sendiri dan masyarakat.
(bgx)
