Nalar24.id | KOTA TANGERANG –Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang baru saja menggelar Apel Siaga Gerakan Nasional Indonesia Asri yang melibatkan ratusan petugas gabungan termasuk petugas kebersihan dari seluruh penjuru wilayah Kota Tangerang. Kegiatan ini menjadi respon cepat Pemkot atas permasalahan kebersihan lingkungan dan darurat sampah.
Apel siaga tersebut digelar di kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang pada Rabu (7/10/2026) pagi. Ratusan petugas dengan seragam berbeda-beda mulai dari oranye petugas kebersihan, biru petugas DLH, cokelat Satpol PP, hingga hijau relawan tampak berbaris rapi dengan latar Masjid Raya Al Azhom yang megah. Sejumlah truk sampah oranye bertuliskan BERSIH juga disiagakan untuk langsung bergerak usai apel.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menuturkan bahwa Apel Siaga Gerakan Nasional Indonesia Asri diselenggarakan sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk mengajak masyarakat berpartisipasi menjaga kebersihan, ketertiban dan kenyamanan lingkungan, termasuk mengatasi permasalahan darurat sampah di Kota Tangerang.

“Apel ini adalah tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait Gerakan Nasional Indonesia Asri. Ini gerakan serentak nasional untuk korve bersama-sama memastikan lingkungan sekitarnya tetap bersih,” ujar Sachrudin.
Menurut Sachrudin, apel tidak boleh berhenti sebagai seremoni saja. Setelah apel, Pemkot langsung menggerakkan petugas untuk kerja bakti bersama masyarakat secara berkelanjutan di berbagai titik.
“Kami tadi sudah melaksanakan apel untuk menindaklanjuti gerakan serentak nasional korve bersama-sama memastikan lingkungan sekitarnya tetap bersih. Setelah apel, kami menggerakkan petugas untuk kerja bakti bersama masyarakat secara berkelanjutan,” tegas Sachrudin, Rabu (7/10/26).
Di tempat sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Yudi Pradana, menegaskan bahwa Apel Siaga Gerakan Indonesia Asri tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Justru ini adalah titik awal kerja lapangan yang masif.
Setelah apel, ratusan petugas gabungan diterjunkan untuk membersihkan sejumlah titik lokasi terutama sejumlah ruang publik secara langsung. Penyisiran dilakukan di pasar, saluran air, taman kota, hingga permukiman padat penduduk yang dinilai darurat sampah.
“Kami menurunkan sekitar 600 petugas lapangan lintas dinas untuk langsung terjun membersihkan area-area terbuka seperti ruang publik di Kota Tangerang. Tidak hanya petugas ya, masyarakat juga dilibatkan langsung,” tambah Yudi.
Yudi menjelaskan, 600 petugas tersebut terdiri dari unsur DLH, Dinas PUPR, Satpol PP, BPBD, TNI, Polri, serta relawan kebersihan dan masyarakat. Seluruh armada truk sampah dikerahkan untuk memastikan sampah terangkut dan lokasi menjadi bersih maksimal dalam satu hari gerakan.
“Kami ingin tunjukkan bahwa penanganan sampah ini butuh kolaborasi. Tidak bisa hanya DLH saja. Semua lintas dinas turun, masyarakat ikut. Truk-truk BERSIH yang oranye tadi langsung jalan usai apel,” jelasnya.

Selain membersihkan sampah yang sudah menumpuk, petugas juga melakukan edukasi kepada warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, memilah sampah dari rumah, dan menjaga gotong royong kebersihan lingkungan.
Pemkot Tangerang berharap apel yang diselenggarakan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berkontribusi menjaga kebersihan di wilayah masing-masing. Gerakan ini akan dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, bukan hanya sekali.
“Kebersihan bukan hanya tugas petugas, tapi tanggung jawab kita semua. Kami harap warga juga menjaga lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan ikut gotong royong. Kalau lingkungan bersih, nyaman, sehat, yang merasakan manfaatnya juga warga sendiri,” tutup Sachrudin.
BACA JUGA : Wakil Bupati Tangerang Intan Hadiri Peringatan Hari Osteoporosis dan Haornas di Indomilk Arena Kelapa Dua
Dengan Gerakan Nasional Indonesia Asri, Pemkot Tangerang menargetkan Kota Tangerang yang bersih, asri, nyaman dan bebas dari darurat sampah melalui kolaborasi pemerintah dan masyarakat.
(avriyani)
