Unik! Polisi Gerebek Bandar Narkoba Kampung Bahari Naik KRL, 3 Perjalanan Commuter Line Sempat Terlambat

Polri dan BNN gerebek bandar narkoba Kampung Bahari Tanjung Priok Jakarta Utara naik KRL Commuter Line
Petugas gabungan Polri dan BNN turun dari KRL Commuter Line saat penggerebekan bandar narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026) pagi. (Foto: Dok http://Nalar24.id)

Nalar24.id | JAKARTA – Aksi tak biasa dilakukan Polri bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) saat menggerebek bandar narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026) pagi. Petugas gabungan menggunakan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line untuk masuk ke lokasi penggerebekan.

PT KAI Commuter membenarkan adanya koordinasi dengan kepolisian untuk mobilitas petugas.

“Dapat kami sampaikan bahwa perjalanan Commuter Line Jakarta Kota-Tanjung Priok pada hari ini, Minggu (1/11) sekitar pukul 06.25 WIB dengan perjalanan KLB merupakan hasil koordinasi dari pihak kepolisian kepada KAI Commuter untuk mobilitas hingga ke Tanjung Priok,” ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, Minggu (1/11/2026).

Karina menegaskan perjalanan KLB (Kereta Luar Biasa) khusus polisi tersebut tidak berdampak pada perjalanan reguler Commuter Line tujuan Tanjung Priok. Namun, KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf karena tiga perjalanan mengalami keterlambatan.

“KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanannya. Terdapat 3 perjalanan Commuter Line Jakarta Kota-Tanjung Priok mengalami keterlambatan 4-19 menit yang disebabkan oleh kerumunan warga di rel dalam proses penggerebekan,” jelasnya.

Dalam video dan foto yang beredar, sejumlah polisi lengkap dengan helm dan tameng turun langsung dari gerbong KRL di dekat rel Kampung Bahari. Selain via KRL, sebagian petugas juga masuk menggunakan sepeda motor dan kendaraan lainnya.

BACA JUGA : Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu Senilai Rp8,8 Miliar, 45 Ribu Jiwa Terselamatkan

Dirnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Bismo Teguh Prakoso menyebut penggerebekan dilakukan serentak dari berbagai sisi, termasuk dari sisi rel, sehingga strategi menggunakan KRL dinilai efektif.

“Iya. Kita melakukan penggerebekan dari berbagai sisi, dari berbagai arah. Oleh karena itu kita lakukan serempak, kemudian kita berkolaborasi dengan semua pihak, dari BNN, dari Bareskrim, dari Polda Metro Jaya, Brimob,” kata Bismo usai penggerebekan.

Bismo mengungkapkan saat penggerebekan masih ditemukan transaksi narkoba di lapak-lapak yang berada di pinggir rel. Lapak tersebut akan dibongkar agar tidak disalahgunakan kembali.

“Iya, masih transaksi di lapak pinggir rel. Masih. Oleh karena itu kita akan terus lakukan operasi ini di berbagai tempat dan juga pengejaran terhadap bandarnya,” katanya.

red24

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *