Nalar24.id | BIAK – Komando Daerah TNI Angkatan Udara (Kodau) III menggelar kegiatan Pelatihan kendaraan taktis (Rantis) di Ruang Pertemuan Makodau III, Biak Numfor, Papua, Senin (14/9/2026).
Pelatihan ini merupakan tindak lanjut setelah penerimaan tiga unit kendaraan rantis baru yakni Jammer, Mobile Radar EMWS, dan Command Center Mobile (Kodal) dari Badan Logistik (Balog TNI) kepada Kodau III pada Sabtu kemarin (10/9/2026).
Kegiatan pembukaan dipimpin langsung oleh Asisten Komunikasi dan Elektronika (Askomlek) Kas Kodau III, Kolonel Lek Febri Eko Hadi P, S.E. Dalam sambutannya, Askomlek menekankan pentingnya pelatihan ini untuk meningkatkan penguasaan teknis personel Makodau III terhadap alutsista baru.
“Pelatihan ini harus dimaksimalkan oleh para personel Makodau III guna menguasai secara teknis pengoperasian kendaraan taktis yang baru diterima. Penguasaan teknologi ini sangat penting dalam mendukung tugas-tugas operasi ke depan,” ujar Kolonel Febri.

Materi dan Simulasi Langsung
Sesi materi dalam pelatihan ini disampaikan oleh mitra terkait selaku penanggung jawab teknis kendaraan rantis. Para peserta diberikan pemahaman mendalam terkait spesifikasi, fungsi, serta prosedur pengoperasian masing-masing kendaraan.
Usai pemaparan materi, peserta langsung meninjau kendaraan rantis yang dijadikan bahan ajar. Di lokasi, instruktur memperagakan cara kerja sistem dan komponen pendukung pada Jammer, Mobile Radar EMWS, dan Kodal.
Personel juga dilibatkan dalam simulasi untuk memahami kinerja kesisteman secara utuh. Simulasi ini dirancang agar personel mampu mengambil keputusan cepat dan tepat saat menghadapi dinamika di lapangan.
BACA JUGA : Forkopimda Tangerang Raya Lepas Sambut Dandim 0506, Walikota Serahkan SHM ke Kodim
“Dengan simulasi ini, diharapkan personel tidak hanya memahami teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan. Sehingga saat digunakan dalam operasi, semua sudah siap dan tidak gagap teknologi,” jelas salah satu instruktur.
Tingkatkan Kemampuan Operasi Kodau III
Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama lima hari, mulai 14 hingga 18 September 2026. Fokus utama pelatihan adalah memastikan seluruh personel mampu mengoperasikan dan memelihara kendaraan taktis dengan benar.
BACA JUGA : Cegah 3C dan Tawuran, Polsek Tangerang Gelar Patroli Cipkon Dini Hari
Tiga jenis rantis yang dilatihkan memiliki peran strategis. Jammer berfungsi untuk mengganggu sinyal komunikasi lawan, Mobile Radar EMWS digunakan untuk deteksi dini ancaman udara, sementara Command Center Mobile (Kodal) berfungsi sebagai pusat komando bergerak yang fleksibel.
Pasca pelatihan ini, Kodau III diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan dalam menangani operasi darurat. Kehadiran tiga rantis baru juga dinilai dapat mendukung fleksibilitas Kodau III dalam melaksanakan operasi di wilayah yang luas seperti Papua.
“Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap kemampuan Kodau III semakin meningkat, khususnya dalam mendukung operasi, pengamanan wilayah, serta respon cepat terhadap situasi darurat,” tambah Kolonel Febri.
Dorong Pemanfaatan Teknologi Anak Bangsa
Selain aspek teknis, pelatihan ini juga menjadi momentum untuk mendorong pemanfaatan dan penguasaan teknologi karya anak bangsa di lingkungan TNI AU.
Kodau III sebagai komando kewilayahan di kawasan timur Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kedaulatan udara. Penguatan alutsista dan peningkatan SDM menjadi kunci dalam menjawab tantangan tugas tersebut.
Dengan selesainya pelatihan selama lima hari, seluruh personel peserta diharapkan dapat menjadi pelatih bagi rekan-rekannya. Dengan demikian, transfer pengetahuan dan keterampilan dapat berjalan optimal di seluruh jajaran Kodau III.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan penekanan agar seluruh materi yang telah diberikan dapat diimplementasikan dengan baik dalam setiap penugasan.
(Jamal)
