Nalar24.id | TANGERANG — Jumat siang, Jalan Satria Sudirman ramai. Bukan pasar, tapi aksi.
Forum Komunikasi Umat datang ke depan Gedung MUI Kota Tangerang. Jumlahnya tidak banyak, sekitar 8 orang. Tapi suaranya jelas.
Mereka menyoal pemilihan Ketua MUI Kecamatan Neglasari. Bagi mereka, prosesnya “gelap”. Tidak sesuai PO dan PD/PRT MUI 2021.
Koordinator aksi, Ustad Rahmat Fatahilla, naik ke atas truk engkel. Ada 3 hal yang ia ketuk.
Pertama, transparansi. “Asas akuntabilitas diabaikan,” katanya.
Kedua, tolak rangkap jabatan. Lembaga keagamaan harus independen.
Ketiga, tolak nepotisme. “MUI bukan milik keluarga,” tegasnya.

Spanduk kuning dibentangkan. Ada tulisan “MUI milik semua Umat” dan “Hentikan politik curang”.
Polisi mengamankan. Kapolsek Tangerang Kompol Suyatno memimpin 20 personel. Kabagops AKBP Bayu Suseno dan Kasat Intelkam Kompol Dodi juga terlihat.
Aksi berjalan damai. Pesan yang ditinggalkan: lembaga umat harus dikelola secara terbuka, bukan tertutup.
