Nalar24.id | TANGERANG — Setelah 2 kali didatangi dewan juri, akhirnya penilaian lingkungan di RW 02 Babakan, Tangerang, selesai. Hasilnya? Cukup memuaskan. Tapi di balik itu, ada beberapa catatan penting yang disampaikan langsung oleh Ketua RW 02, Bapak DR. H.Cucu Sudrajat. S.IP. M.H
“Alhamdulillah eh kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sudah cukup,” ucap Pak Cucu saat ditemui, Minggu (17/08/2026).
Rasa syukur itu wajar. Pasalnya menjaga lingkungan bersih bukan perkara mudah. Butuh kesadaran kolektif dari ratusan kepala keluarga. Namun Pak Cucu jujur, masih ada PR yang harus diselesaikan bersama. ucapnya
PR Pertama Adalah Soal Selokan.
Saluran air yang mampet dan kotor memang jadi keluhan warga selama ini.
“Yang pertama tentunya selokan air dan memang itu akan dilakukan pembenahan oleh Pemerintah Kota Tangerang. Perkiraan akan dilaksanakan sekitar bulan ini atau bulan Agustus tahun 2026,” jelas beliau.

Ini kabar baik. Berarti keluhan warga sudah didengar dan akan segera ada tindakan nyata dari Pemkot.
PR kedua lebih berat: soal kesadaran. Sejak sistem pengambilan sampah mandiri diterapkan oleh pengurus RW dan RT, kondisi lingkungan memang jauh lebih baik. Sampah tidak menumpuk lagi.
“Tapi alhamdulillah dengan adanya sistem pengambilan sampah mandiri di tingkat RW dan RT ini eh kebersihan semakin eh membaik ya,” ujarnya.
BACA JUGA : Waspada! Nyamuk Justru Mengganas Saat Musim Kemarau, Ini Penyebabnya
Lalu apa kunci agar lingkungan tetap bersih? Jawaban DR. H.Cucu Sudrajat. S.IP. M.H sederhana tapi dalam.

“Menjaga kebersihan itu merupakan sebuah keharusan atau kewajiban. Karena dengan bersih tentunya itu akan hidup sehat nyaman dan terjauh dari penyakit,” tuturnya.
Beliau juga mengingatkan satu hal penting. Bahwa kebersihan bukan karena takut dimarahi pengurus atau karena ada lomba.
“Kebersihan itu bukan karena dilihat oleh pengurus atau karena dipantau oleh pengurus tapi timbul dari kesadaran hati semua warga untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan,” pesannya.
Pak Cucu menegaskan, peran pengurus RW dan RT hanya sebatas mengkoordinir dan memotivasi.
“Kebersihan, kerapihan, keindahan itu merupakan tanggung jawab bersama. Di sini pengurus baik RW, RT sifatnya hanya mengkoordinir dan memotivasi masyarakat untuk menjaga kebersihan. Tapi dalam pelaksanaannya tentunya harus bersama-sama,” tegasnya.
Harapannya, setiap warga punya rasa memiliki. Paling tidak mulai dari depan rumah sendiri.
BACA JUGA : A. Jaelani, SE, MM Resmi Dilantik Jadi Lurah Kelapa Indah Kota Tangerang
“Paling tidak mempunyai tanggung jawab di lingkungan rumah masing-masing atau di depan rumah masing-masing,” pungkas Ketua RW 02 Babakan.
Yuk warga, kita buktikan kalau RW 02 bisa jadi contoh lingkungan bersih, sehat, dan nyaman.
(begexs)
