Nalar24.id | TANGERANG — Minggu siang di Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang suasananya beda. 50 pelajar SMA, SMK, dan MA se-Kota Tangerang berdiri tegap dengan seragam putih-putih.
Hari ini mereka resmi dikukuhkan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka Kota Tangerang Tahun 2026 oleh Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin.
Bukan hal mudah sampai ke titik ini. Dari ratusan pendaftar, hanya 50 yang terpilih. 26 putri dan 24 putra. Mereka bukan cuma jago baris-berbaris, tapi juga lolos seleksi pengetahuan umum, kesamaptaan, sampai pemusatan latihan Capaska.
“Setiap langkah kalian membawa doa orang tua, perjuangan para pahlawan kemerdekaan, kerja keras para pembina dan pelatih, serta harapan masyarakat Kota Tangerang,” ucap Wali Kota Sachrudin saat memberikan amanat.
Pesan beliau nggak cuma soal tugas 17 Agustus nanti. Lebih dari itu.
“Anak-anakku, tugas kalian bukan sekadar mengibarkan Sang Merah Putih. Jika para pahlawan dahulu berjuang merebut kemerdekaan, maka tugas kita hari ini adalah menjaga dan mengisinya dengan terus belajar, berkarya, berprestasi, menjaga persatuan, dan memberi manfaat bagi sesama,” kata Wali Kota Sachrudin.
Buat Sachrudin, pengukuhan ini adalah momentum. Momentum buat 50 anak muda ini menumbuhkan karakter, disiplin, tanggung jawab, dan semangat ngisi kemerdekaan dengan karya nyata. Bukan cuma di lapangan upacara, tapi di sekolah, di rumah, di lingkungan.
“Jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk menjadi generasi yang maju tanpa kehilangan jati diri, cerdas memanfaatkan teknologi, kuat memegang nilai, berani bermimpi, dan tetap rendah hati. Karena keberhasilan bukan soal prestasi, tetapi juga seberapa besar kita mampu memberi manfaat,” tuturnya.
Wali Kota juga nggak lupa apresiasi orang-orang di balik layar. Mulai dari orang tua, Purna Paskibraka Indonesia atau PPI Kota Tangerang, pembina, pelatih, tim medis, sampai panitia.
BACA JUGA : Pemkot Tangerang Akan Rekonstruksi Jalan Sitanala, Lebar Badan Jalan Ditambah
“Keberhasilan kalian hari ini tidak lepas dari doa, dukungan, dan pengorbanan banyak pihak. Terima kasih kepada para orang tua, pembina, pelatih, dan seluruh pihak yang telah mendampingi. Selamat bertugas, berikan yang terbaik, jaga kekompakan dan nama baik keluarga serta Kota Tangerang. Jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk terus berkarya dan memberi manfaat bagi kota tercinta dan Indonesia,” pungkasnya.
Kepala Badan Kesbangpol Kota Tangerang, Wawan Fauzi, menjelaskan proses panjang di balik 50 nama ini.
“Kesbangpol memfasilitasi seluruh tahapan, mulai dari seleksi, pengetahuan umum, kesamaptaan, hingga pemusatan latihan Capaska. Total ada 60 pelajar terbaik yang terpilih, yakni 50 orang bertugas di Kota Tangerang dan 10 orang di Provinsi Banten, serta didukung 25 personel Paskibra di 13 kecamatan,” terang Wawan.
Salah satu yang dikukuhkan adalah Aurelia Zahra Ratifa, siswi SMA Yuppentek 1 Kota Tangerang. Dia dipercaya jadi Pemimpin Upacara.
“Sangat senang dan terharu bisa ada di titik ini, setelah melewati seleksi dan pemusatan latihan yang panjang. Kuncinya saya disiplin atur pola makan, tidur cukup, serta dapat dukungan doa dari orang tua,” kata Aurelia dengan mata berkaca-kaca.
Sekarang PR mereka tinggal satu: tampil sempurna pada 17 Agustus. Mengibarkan Merah Putih di hadapan ribuan warga Kota Tangerang.
Tapi seperti pesan Wali Kota, tugas mereka nggak berhenti di situ. Setelah bendera terkibar, tugas sebagai pelajar, sebagai anak bangsa, baru dimulai. Belajar, berkarya, jaga nama baik, dan jadi teladan.
Selamat bertugas, 50 Paskibraka Kota Tangerang. Bawa nama baik sekolah, keluarga, dan kota kita.
(avriyani)
