Andra Soni Akan Tata Ulang Kawasan Industri Serang Barat: Jalan 10 KM Dilebarkan, Kemacetan 24 Jam Dibereskan

andra soni gubernur banten tata kawasan industri serang barat
Gubernur Banten Andra Soni saat menerima audiensi perwakilan masyarakat Bojonegara, Puloampel, dan Kramatwatu di Gedung Negara Provinsi Banten, Kamis (6/8/2026).

Nalar24.id | SERANG – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmennya untuk menata ulang kawasan industri strategis Serang Barat. Penataan mencakup 3 kecamatan di Kabupaten Serang: Bojonegara, Puloampel, dan Kramatwatu.

Hal itu disampaikan Andra saat menerima audiensi perwakilan masyarakat dari tiga kecamatan tersebut di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Kamis (6/8/2026).

Atasi Kemacetan 24 Jam dan Banjir Tahunan

Andra menyebut penataan dilakukan untuk menyelaraskan dokumen perencanaan pembangunan antara Kabupaten Serang, Pemprov Banten, dan Pemerintah Pusat.

“Penataan itu meliputi pembangunan infrastruktur jalan berikut drainasenya, peningkatan kualitas udara, pelayanan kesehatan dan pendidikan, peningkatan perekonomian, penghijauan berkelanjutan, hingga peningkatan ekosistem bawah laut,” papar Andra Soni.

andra soni gubernur banten tata kawasan industri serang barat
Gubernur Banten Andra Soni saat menerima audiensi perwakilan masyarakat Bojonegara, Puloampel, dan Kramatwatu di Gedung Negara Provinsi Banten, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, potensi tiga wilayah itu sangat besar karena banyak industri besar dan ada fasilitas pelabuhan. Namun selama ini penataan yang kurang optimal justru menimbulkan konflik berkepanjangan.

Masalah utama yang disorot adalah kemacetan. Berdasarkan laporan warga, kemacetan di jalur industri bisa mencapai 24 jam.

“Ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Belum lagi polusi dari ribuan kendaraan yang memperburuk kesehatan warga,” ungkapnya.

Langkah Konkret : Jalan 10 KM & Bentuk Satgas

Langkah pertama yang akan dilakukan adalah pelebaran jalan dan perbaikan drainase.

Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten Arlan Marzan menjelaskan, tahun ini Pemprov akan menyelesaikan Detail Engineering Design (DED) dan pembebasan lahan untuk pelebaran jalan.

“Tahap pertama panjang jalan yang akan dilebarkan 10 KM, dari Simpang Tiga Seruni sampai Pelabuhan Bojonegara. DED dan pembebasan lahan ditarget selesai Desember 2026,” jelasnya.

Total lebar ruang jalan nantinya 25 meter dengan 3 lajur per arah. Dua lajur untuk umum, satu lajur untuk masyarakat, plus bahu jalan dan drainase. Proses fisiknya nanti akan dibangun Kementerian PUPR karena berstatus jalan nasional.

Selain itu, Andra juga mendorong percepatan wacana pembangunan interchange dari Tol Tangerang-Merak ke arah Bojonegara.

Agar tidak seremonial, Andra meminta Sekda Banten membentuk Satgas lintas sektor untuk mengawal progres penataan. Termasuk penegakan Kepgub No. 567 Tahun 2025 tentang pembatasan jam operasional angkutan tambang.

“Potensi industri dan pelabuhan di Serang Barat sangat besar. Penataan ini bertujuan agar keberadaan industri membawa manfaat nyata bagi ekonomi warga, memperbaiki aksesibilitas, serta meningkatkan mutu kesehatan dan kualitas hidup masyarakat,” tegas Andra.

Koordinator Koalisi Masyarakat Bojonegara Pulo Ampel, Tajudin, juga menyampaikan aspirasi percepatan pelebaran jalan 35 KM dari Seruni sampai Merak dengan drainase yang kuat.

red24/Kanu

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *