Nalar24.id | TANGERANG* – Festival Cisadane Kota Tangerang Tahun 2026 resmi ditutup, Minggu (26/7/2026) malam di Bantaran Kali Cisadane, Jl. Benteng Jaya, Kelurahan Sukarasa, Kecamatan Tangerang. Penutupan dihadiri sekitar 2.000 orang secara bergantian.
Festival tahun ini mengusung tema “Flowing Heritage, Growing Courage”. _Flowing Heritage_ menggambarkan komitmen mengalirkan warisan budaya dan sejarah Sungai Cisadane, seperti tradisi Perayaan Peh Cun dari etnis Cina Benteng.
Sementara _Growing Courage_ melambangkan semangat masyarakat berinovasi dan berkolaborasi menghadapi tantangan zaman.
Plh. Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Eko Bagus Riyadi, S.H., S.I.K., M.Si dalam laporan kepada Kapolda Metro Jaya menyampaikan kegiatan dihadiri Wakil Walikota Tangerang H. Maryono Hasan, Sekda Drs. Herman Suwarman, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Banten Swedhi Hananta, dan para kepala OPD.

Rangkaian Acara dan Pengamanan
Rangkaian penutupan dimulai pukul 07.00 WIB dengan lomba senam. Sore harinya dilanjutkan tarian Universitas Yatsi Madani, penampilan Band ILONA dan D’KOPRI.
Puncak acara malam diisi laporan Sekda, penyerahan sertifikat, sambutan Wakil Walikota, pembagian hadiah, hingga konser Band GO TUNES.
Acara selesai pukul 22.50 WIB dalam keadaan aman dan kondusif. Pengamanan dilakukan 20 personel gabungan Polres dan Polsek Tangerang dipimpin Kompol Suyatno, SH, MH.
Capai Rp10,4 Miliar, Masuk Top 125 KEN
Dalam sambutannya, Wakil Walikota Tangerang menyatakan Festival Cisadane 2026 berlangsung aman, tertib, dan sukses. Festival yang digelar 22-26 Juli 2026 ini masuk dalam Top 125 Karisma Event Nusantara 2026 Kemenparekraf RI.
Berdasarkan data panitia, capaian Festival Cisadane 2026:
Capaian Jumlah :
Jumlah Pengunjung : 139.862 orang, naik 106% dari 2025
Jumlah Tenant : 190 booth UMKM, OPD, kecamatan, kampus
Perputaran Ekonomi : Rp10.489.650.000
Okupansi Hotel : 22.425 kamar
Pengelolaan Sampah : 10,76 ton, 75% didaur ulang
Emisi Karbon : 11.496 KgCO2e, ditutup tanam 144 pohon mangrove
Baca Juga : 2.000 Muslimah Padati Masjid Al Azhom, Hadiri Kajian Bersama Ustadzah Halimah Alaydrus
Festival ini juga berdampak signifikan bagi UMKM melalui peningkatan omzet kuliner, fesyen, dan kriya. Tahun ini juga mengusung konsep _Green Event_ dengan meminimalisir zero waste dan zero carbon.
“Penataan kawasan semakin baik, dari pasar rakyat, family fun zone, area UMKM, hingga kolaborasi pendidikan dan swasta. Target kita tahun depan masuk 10 besar event budaya nasional,” ujar Wakil Walikota.
Dengan penutupan ini, Pemkot Tangerang berharap Festival Cisadane terus menjadi penggerak ekonomi daerah melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
(Avriyani)
