Nalar24.id | Lebak — Warga Bayah resah! Dugaan pungutan liar (pungli) ke pedagang kaki lima dan pengunjung Pasar Bayah, Kabupaten Lebak, jadi sorotan tajam. Ketua Unit Kelompok Kerja PWI Lebak Selatan, A. Dedi Mulyadi alias Bang Gey, desak APH segera tertibkan oknum nakal, Kamis (18/6/2026).
Bang Gey ngaku banyak terima aduan warga. Pengunjung yang mau belanja ke Pasar Bayah dimintain duit karcis di pintu masuk. “Kadang dikasih karcis, kadang enggak,” kata Bang Gey. Mirisnya, praktik ini udah berlangsung lama.
Gak cuma pengunjung, PKL yang mangkal sore sampai malam di pinggir Jalan Raya Bayah-Cikotok depan Terminal Bayah juga kena palak. Per gerobak dipungut Rp10.000 per hari.
“Saya berharap kepada APH agar para oknum ini harus segera ditertibkan, jangan terus menimbulkan kegaduhan dan keluhan masyarakat,” tegas Bang Gey.
Dia nyentil, kalau mau narik retribusi, pasar harusnya sediain lahan parkir resmi. “Yang ada sekarang, petugas diduga pungli minta uang di pintu masuk tanpa pandu parkir, tanpa jaminan keamanan kendaraan,” tambahnya.
Bang Gey gak nutup mata soal PKL yang jualan di badan jalan. “Memang para pedagang itu telah melanggar aturan, karena mereka berjualan di badan jalan raya di depan terminal Bayah yang jelas ada larangan. Tapi, jangan dari kesalahan itu ditambah lagi dengan tindakan yang salah juga,” ucapnya.
“Jangan pelanggaran yang mereka lakukan, dijadikan alat untuk mendapat keuntungan pribadi atau kelompok, yaitu dengan cara melakukan pungutan liar (Pungli),” tegas Bang Gey.
Sebagai langkah konkret, Bang Gey instruksikan anggota PWI Lebak Selatan untuk turun investigasi. “Saya intruksikan kepada anggota untuk menelusuri kebenaran dan mengungkap adanya dugaan pungutan liar ini,” pungkasnya.
(Rengga)












