Nalar24.id | CIPONDOH – Bukan di podium. Senin (19/10/2026) pagi, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid terlihat jongkok di atas karpet masjid Grand Elhajj Cipondoh, Kota Tangerang. Di depannya, seorang bocah laki-laki usia 5 tahun mengenakan kain ihram warna merah menyala menatapnya polos.
Sang Bupati memegang mic kecil, mendekatkan ke mulut sang anak. Seorang ajudan membantu menyodorkan mic lain. Di sekelilingnya, puluhan ibu-ibu berhijab pink mengabadikan momen itu dengan ponsel. Ada yang tertawa haru, ada yang merekam sambil berbisik, “Masya Allah lucunya.”
Itulah potret pembukaan Tarbiyah Manasik Haji tingkat PAUD se-Kabupaten Tangerang. Bukan acara formalitas, tapi festival spiritual untuk 5000 calon pemimpin masa depan.

“Kami senang dan bahagia bisa hadir di tengah-tengah anak-anakku calon pemimpin, calon generasi penerus ikut melaksanakan manasik haji,” ujar Bupati Maesyal dengan suara yang dibuat selembut mungkin agar tidak menakuti anak-anak.
Menurut Bupati, pemandangan 5000 anak PAUD yang belajar thawaf, sa’i, dan wukuf mini itu bukan sekadar lucu-lucuan. Di baliknya ada pesan serius. Tantangan pembangunan ke depan, katanya, tidak ringan dan komplek.
“Kita ingin anak-anak ini sebagai calon pemimpin di masa yang akan datang tidak hanya cerdas, tapi juga mempunyai akhlak mulia,” tegasnya.
Itu pula alasan kenapa Pemkab Tangerang tidak hanya membangun jalan dan gedung. Dalam dua tahun terakhir, Pemkab menguliahkan 823 guru PAUD secara gratis. Tujuannya satu: gurunya kompeten, muridnya berakhlak.
“Dua tahun sudah kita kuliahkan guru-guru PAUD sebanyak 823 orang secara gratis. Supaya guru-guru PAUD mendapatkan kompetensi, mendapatkan ilmu untuk ditransformasikan kepada anak-anak kita,” imbuh Maesyal yang mengenakan seragam dinas khaki dan peci hitam.
Di atas panggung dengan backdrop Ka’bah dan tulisan “Langkah Kecil Menuju Baitullah”, Ketua Forum Komunitas PAUD Kabupaten Tangerang, Muzayanah, tampak terharu. Ia menyebut kegiatan yang dimulai sejak Minggu kemarin ini adalah perdana digelar di asrama haji tersebut.
“Alhamdulillah kegiatan ini diikuti 5000 anak. Ini kegiatan perdana dilaksanakan di asrama ini dan alhamdulillah anak-anak di sini nyaman,” ungkap Muzayanah yang duduk bersila di samping Bupati.
Momen paling ditunggu justru ada di akhir sambutan. Bupati Maesyal menitipkan doa sekaligus janji. Ia meminta Kepala Dinas Pendidikan dan jajaran merancang tempat manasik haji permanen di Kabupaten Tangerang.
“Doakan saja nanti pak Kadisdik bersama pihak terkait lainnya untuk merancang untuk tempat manasik di Kabupaten Tangerang. Insya Allah tahun 2027 akan kita bangun untuk anak-anak kita sebagai calon pemimpin di masa akan datang, penerus bangsa,” katanya, disambut tepuk tangan ibu-ibu PAUD.
Bagi Muzayanah, janji itu adalah kado. “Terima kasih Pak Bupati atas kepedulian terhadap guru-guru PAUD. Semoga kegiatan peragaan manasik haji ini menjadi ilmu yang bermanfaat dan menjadi doa kita semua agar Allah SWT izinkan panggil ke tanah suci,” pungkasnya.
Dari Grand Elhajj Cipondoh, 5000 langkah kecil itu memang belum sampai ke Baitullah. Tapi kemarin, mereka sudah belajar bagaimana cara memulainya: dengan jongkok sejajar, dengan hati yang bersih.
(bgx)
