Nalar24.id | TANGERANG –Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meresmikan Kampung Al-Qur’an di Desa Tegal Kunir Kidul, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Sabtu (31/10/2026). Peresmian ini dirangkaikan dengan Peringatan Hari Santri Nasional dan penyerahan 3.000 mushaf Al-Qur’an.
Bupati yang akrab disapa Rudy Maesyal ini memberikan apresiasi tinggi kepada Yayasan Haji Sanwani Juarsa selaku pengelola serta Hj. Aida Hubaedah selaku inisiator, atas lahirnya pusat pembinaan keagamaan tersebut.
Menurut Bupati, kehadiran Kampung Al-Qur’an tidak sekadar menjadi tempat belajar mengaji, melainkan menjadi kawah candradimuka pembentukan karakter. Tempat ini diharapkan mampu mencetak generasi yang berakhlakul karimah, berilmu, dan mencintai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya apresiasi inisiatif mulia ini. Ini bukti nyata kepedulian masyarakat terhadap pendidikan agama. Kampung Al-Qur’an harus jadi pusat pembinaan umat yang berkelanjutan,” ujar Bupati Maesyal dalam sambutannya.
Ia berharap Kampung Al-Qur’an memberi manfaat luas, tidak hanya untuk santri, tetapi juga warga sekitar. Selain mengaji, lokasi ini diharapkan menjadi ruang penguatan silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah serta kepedulian sosial.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Maesyal juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia mengajak generasi muda dan pencari kerja di Mauk untuk memanfaatkan program Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Tangerang guna meningkatkan daya saing kerja.
“Jangan ragu ikut pelatihan di BLK. Bekali diri dengan keterampilan sesuai kebutuhan industri, agar siap kerja atau buka usaha mandiri,” ajaknya.

Sementara itu, inisiator Kampung Al-Qur’an, Hj. Aida Hubaedah, yang juga Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, mengatakan pendirian kampung ini bertujuan menghadirkan ruang dakwah yang inklusif dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
“Kami ingin tempat ini menjadi tempat tumbuhnya generasi pecinta Al-Qur’an yang berakhlak baik dan mampu mengamalkan nilai-nilainya,” kata Hj. Aida.
Ketua Yayasan Kampung Al-Qur’an, Usep Saparudin, menambahkan pihaknya rutin menggelar berbagai kegiatan, mulai dari belajar baca tulis Al-Qur’an, pembinaan santri, pengajian, hingga bakti sosial keagamaan.
“Visi kami menjadikan Kampung Al-Qur’an bukan hanya tempat mengaji, tapi pusat kegiatan keagamaan yang membangun kebersamaan dan persaudaraan,” jelas Usep.
(Alda)
