BPBD Kota Tangerang Gerak Cepat Semprot Jalanan Akibat Dampak Debu Vulkanik Krakatau

BPBD Kota Tangerang Semprot Jalanan Dampak Debu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Apel gabungan BPBD TNI Polri Damkar Kota Tangerang penyemprotan debu vulkanik
Personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan Damkar Kota Tangerang saat mengikuti apel sebelum melakukan penyemprotan untuk membersihkan dampak debu vulkanik Anak Gunung Krakatau di halaman kantor, Selasa 8 September 2026. Foto: avriyani/Nalar24.id

Nalar24.id | TANGERANG – Debu vulkanik dari aktivitas Anak Gunung Krakatau menyelimuti Kota Tangerang. Respon cepat dilakukan BPBD Kota Tangerang. Selasa 8 September 2026, tim gabungan turun ke jalan protokol untuk menyemprot dan membersihkan dampak abu vulkanik.

Bencana tidak hanya datang dari banjir atau kebakaran. Debu vulkanik juga bisa mengganggu kesehatan dan keselamatan warga.

Melihat kondisi itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kota Tangerang langsung bergerak. Mulai pukul 11.00 WIB hingga 13.15 WIB, kegiatan penyemprotan air dilakukan di sejumlah titik utama kota.

Mobil damkar Kota Tangerang semprot jalan debu vulkanik Krakatau
Mobil Pemadam Kebakaran Kota Tangerang menyemprotkan air di salah satu ruas jalan protokol untuk membersihkan debu vulkanik dari aktivitas Anak Gunung Krakatau yang menyelimuti wilayah Kota Tangerang, Selasa 8 September 2026. Foto: avriyani/Nalar24.id

Pertama, Fokus di Jalan Protokol.
Penyemprotan dipusatkan di urat nadi transportasi Kota Tangerang. Rutenya dimulai dari Kantor BPBD menyisir Jalan Daan Mogot, Jalan TMP Taruna, Jalan Bouroq, Jalan Jendral Sudirman, Jalan MH Thamrin, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Kalipasir, Jalan Merdeka, hingga Jalan Benteng Jaya.

Tujuannya jelas. Meminimalisir gangguan pernapasan bagi pengendara dan warga. Sekaligus mencegah jalanan menjadi licin akibat tumpukan debu.

BACA JUGA : Pemahaman Hukum Adalah Investasi”, Pesan Dirbinum Puspomau ke Personel Lanud Dhomber

“Penyemprotan ini dilakukan untuk meminimalisir gangguan pernapasan bagi pengendara dan warga, serta mencegah jalanan menjadi licin akibat tumpukan debu vulkanik,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar.

Kedua, Kerja Kolaborasi Lintas Instansi.
Kegiatan ini tidak dikerjakan sendiri. Sebanyak 31 personel gabungan dikerahkan. Ada unsur Koramil 01 Tangerang, Denpom Jaya 1 Tangerang, Anggota Damkar, Polri, Pokdar, serta FPRB.

Personel gabungan TNI dan BPBD Kota Tangerang memantau proses penyemprotan dari atas mobil damkar saat membersihkan jalan Daan Mogot dari dampak debu vulkanik Anak Gunung Krakatau, Selasa 8 September 2026. Foto: avriyani/Nalar24.id

Hadir juga Mayor Cpm Umbar Trisno Wadan Denpom Jaya 1 Tangerang, Kapten Cpm Sagimin, dan Lettu Cpm Sugeng.R.

Armada yang digunakan juga lengkap. 2 unit mobil Damkar kapasitas 10.000 liter diturunkan, ditambah unit Water Tank dari Koramil dan Denpom.

BACA JUGA : H225M Caracal di IKN: Bukti Negara Hadir Sebelum Api Berkobar

Ketiga, Imbauan Tetap Berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi jalanan yang sebelumnya tertutup debu tipis sudah mulai bersih dan kembali nyaman untuk dilalui.

Namun BPBD tetap mengimbau warga untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan selama dampak debu vulkanik masih dirasakan.

Gerak cepat BPBD Kota Tangerang ini jadi bukti bahwa mitigasi bencana harus dilakukan sedini mungkin. Karena debu kecil yang diabaikan bisa jadi masalah besar bagi kesehatan dan keselamatan di jalan.

(avriyani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *