Nalar24.id | TANGERANG – Mengurus bibit tanaman kini tidak perlu antre ke kantor dinas lagi. Pemerintah Kota Tangerang memindahkan layanan itu ke genggaman tangan lewat kanal “Bank Pohon” di Super Apps Tangerang LIVE.
Mulai tanaman hias untuk mempercantik rumah, tanaman obat keluarga, TOGA, sampai pohon produktif seperti mangga dan jambu, semuanya bisa diajukan gratis oleh warga.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, DLH, Kota Tangerang Yudi Pradana mengatakan, kanal ini dibuat untuk memotong birokrasi dan memperluas gerakan penghijauan.
Kami memiliki kanal ‘Bank Pohon’ yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan bibit tanaman gratis. Jadi tidak perlu bingung lagi mencari bibit tanaman, cukup ajukan melalui aplikasi Tangerang LIVE sudah bisa mendapatkan bibit tanaman yang diinginkan, ujar Yudi, Senin 31 Agustus 2026.
Dari Aplikasi ke Aksi Nyata Penghijauan
Menurut Yudi, “Bank Pohon” adalah bentuk kolaborasi antara pemerintah dan warga. Tujuannya bukan hanya membagi bibit, tetapi menumbuhkan budaya menanam di Kota Tangerang.
Kami berharap adanya kemudahan layanan melalui kanal ‘Bank Pohon’ bisa mendorong gerakan penghijauan bisa lebih masif untuk masa depan kelestarian lingkungan di Kota Tangerang yang mempunyai dampak manfaat sangat besar bagi masyarakat, tambahnya.
BACA JUGA : Baru Sebulan Jabat! Camat Riswan: Bisa Tekor Asal Kesohor Puji Soliditas Babakan
Dengan sistem ini, DLH bisa memetakan titik-titik tanam baru di kota. Data dari foto lokasi yang diunggah warga juga membantu pemerintah memantau area mana yang paling aktif melakukan penghijauan.
Begini Cara Warga Ajukan Bibit Gratis
Prosesnya dibuat sangat sederhana agar semua kalangan bisa ikut. Cukup 6 langkah di aplikasi Tangerang LIVE:
1. Registrasi dan login di Super Apps Tangerang LIVE.
2. Pilih menu “Bank Pohon” di halaman utama.
3. Isi formulir data diri dan jumlah bibit yang dibutuhkan.
4. Unggah foto rencana lokasi penanaman, bisa di halaman, sekolah, atau RT.
5. Simpan dan tunggu email konfirmasi dari DLH.
6. Pantau status pengajuan di menu “pengajuan” sampai disetujui.
Setelah disetujui, warga bisa mengambil bibit di titik yang ditentukan atau menunggu jadwal distribusi dari DLH.
Harapan Jangka Panjang
Inovasi ini diharapkan bisa menjangkau komunitas, sekolah, dan karang taruna yang ingin membuat taman atau kebun. Jika setiap RT menanam 10 pohon produktif, dalam setahun Kota Tangerang bisa menambah puluhan ribu pohon baru.
“Bank Pohon” menjadi bukti bahwa isu lingkungan bisa dikemas dengan cara yang praktis dan digital. Tidak ribet, tidak bayar, tinggal tanam dan rawat.
(molly)

Respon (1)