Susul Jejak 5 Pemain Brasil di Indonesia, Dari Geledek ke Syahadat: Roberto Carlos Disebut Mualaf

Roberto Carlos memakai jas biru dongker mengacungkan jempol di karpet merah
foto Roberto Carlos, legenda Real Madrid.

Nalar24.id | JAKARTA — Dunia sepak bola kembali dikejutkan. Nama Roberto Carlos disebut-sebut telah memeluk Islam.

Kabar itu pertama kali dilempar anggota parlemen Turki, Ali Sahin. “Sheikh Jihad Hammadeh mengumumkan kabar gembira bahwa Roberto Carlos… empat pekan lalu mengunjunginya, mengucapkan syahadat, serta memilih Islam,” tulisnya di X.

Belum ada klarifikasi dari sang legenda. Tapi jika benar, Roberto Carlos akan menyusul jejak rekan senegaranya yang lebih dulu menemukan Islam.

Menariknya, beberapa pemain Brasil mualaf justru punya kisah erat dengan Indonesia.

Kathellen Sousa – Bek Timnas Brasil Putri. Februari 2026, saat berseragam Al-Nassr Women, ia umumkan jadi Muslim. Usai itu ia umrah ke Mekkah. “Mencari jalan yang benar dan jadi versi terbaik dari diri,” ujarnya.

Foto Marcio Souza dan Jacksen Tiago saat di Indonesia
foto Pemain Brasil mualaf yang punya kisah di Indonesia. Sebelumnya ada Marcio Souza jadi Ahmad Marcio di Padang

Marcio Souza – Pernah guncang Liga Indonesia bareng Persib & Arema. 2010, saat di Semen Padang ia bersyahadat. Namanya berubah jadi Ahmad Marcio.

Danilo Fernando – Eks Persebaya & Persik. 2008 ia memeluk Islam dan ganti nama jadi Muhammad Danilo Fernando. Tetap lanjut karier di Indonesia.

Antonio Claudio – Juga dari Semen Padang. Setelah mualaf ia pakai nama Fakhruz Zaman. Nama itu diambil dari nama ayah angkatnya di Padang, Pak Zamzami.

Foto Marcio Souza dan Jacksen Tiago saat di Indonesia
foto Pemain Brasil mualaf yang punya kisah di Indonesia. Jacksen Tiago bersyahadat di Samarinda

Jacksen F. Tiago – Nama paling melekat. Mantan pemain dan pelatih Persebaya. 15 Oktober 2024, ia bersyahadat di Ponpes Nabil Husein Samarinda.

BACA JUGA : DARI JUARA KE AMUK: KARTU MERAH PAREDES NODAI AKHIR ERA ARGENTINA

Dari Marcio sampai Jacksen, mereka membuktikan Islam bisa diterima di ruang ganti, di lapangan, dan di hati masyarakat Indonesia.

Kini giliran Roberto Carlos. Legenda dengan tendangan 137 km/jam itu. Jika kabar ini benar, maka “Si Raja Tendangan Bebas” telah menemukan tendangan paling indah dalam hidupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *