Nalar24.id | Serang – Kegiatan ini merupakan bagian dari program observasi dan pendampingan UMKM. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mempelajari proses produksi es kristal yang mampu menghasilkan hingga 200 kantong es per hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha di berbagai wilayah Provinsi Banten.
Selama observasi, mahasiswa mengikuti seluruh tahapan produksi. Mulai dari proses penyaringan air murni, pembekuan menggunakan mesin produksi, pengemasan es kristal dengan mesin press, hingga proses distribusi kepada pelanggan. Dalam satu siklus produksi sekitar 20 menit, mesin mampu menghasilkan delapan kantong es kristal yang siap dipasarkan.
Pengelola usaha menjelaskan hasil produksi dipasarkan ke Merak, Trondol, Kota Serang, Anyer, Cilegon, Cikoromoy, Ciruas, dan Bojonegara. Seluruh hasil produksi umumnya habis terjual setiap hari. Jika permintaan meningkat melebihi kapasitas, Ice Kristal Pancuran Mas bekerja sama dengan mitra usaha lain.
Selain produksi, mahasiswa juga mendapat informasi pengelolaan usaha. UMKM ini telah memiliki izin usaha dan rutin menjalani pengawasan 2-3 bulan sekali untuk memastikan standar kebersihan dan kualitas. Usaha ini juga memberdayakan tenaga kerja dari lingkungan sekitar Kelurahan Dalung.
“Cuaca menjadi tantangan utama karena sangat memengaruhi permintaan pasar. Tapi kami tetap jaga kualitas, kebersihan, dan kelancaran distribusi,” ujar pengelola usaha.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM Kelompok 2 Bidang 2 memperoleh pengalaman langsung mengenai pengelolaan UMKM, strategi pemasaran, serta tantangan pelaku usaha. Diharapkan kegiatan ini jadi kontribusi nyata dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat dan memperkuat daya saing UMKM lokal.
(Rengga)
