Nalar24.id | TANGERANG – Pemkab Tangerang tidak memperlakukan Harganas dan HANI sebagai dua agenda terpisah. Di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Senin 29/6/2026, Bupati *Moch. Maesyal Rasyid* menyatukannya dalam satu narasi: ketahanan keluarga.
Ini strategi yang tajam.
Narasi Baru: Keluarga = Benteng Pertahanan
Maesyal menempatkan keluarga bukan sebagai korban, tapi sebagai benteng pertama. “Tempat pertama anak belajar moral, sekaligus benteng utama dari narkotika.”
Di era digital dan sosial yang dinamis, benteng ini tidak boleh rapuh. Ia menyebut ketahanan keluarga adalah keharusan, bukan pilihan, untuk menuju Indonesia Emas 2045.
Titik Kritis: Fatherless
Ini yang paling menampar. Maesyal tidak hanya bicara narkoba. Ia bicara akar masalahnya: absennya peran ayah.
“Peran ayah tidak hanya pencari nafkah… Kehadiran fisik dan kedekatan emosional sangat menentukan.” Pernyataan ini mematahkan stigma bahwa urusan anak hanya urusan ibu.
Ketika ayah absen secara emosional, ruang kosong itu yang sering diisi oleh pengaruh negatif, termasuk narkoba.
Catatan Nalar24.idÂ
Tema HANI 2026 “Ananda Bersinar” akan sulit tercapai jika fondasi keluarga goyah. Program Pemkab soal gizi, pendidikan karakter, dan kesehatan mental jadi percuma jika di rumah ayahnya tidak hadir.
Keberhasilan agenda ini, kata Maesyal, butuh sinergi. Tugas Pemkab sudah jalan. Sekarang giliran para ayah di Tangerang untuk hadir, bukan hanya secara fisik.












