Nalar24.id | TANGERANG – Pemerintah Kabupaten Tangerang mulai membangun Gedung IGD Maternal, Hemodialisa, dan Rawat Inap 6 lantai di RSUD Balaraja. Peletakan batu pertama dilakukan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, Rabu (17/6/2026).
Pembangunan ini jadi jawaban atas lonjakan pasien di RSUD Balaraja. Bukan cuma warga Kabupaten Tangerang, pasien dari Serang sampai Bogor juga berobat ke sini.
“Ini bentuk antisipasi kita. IGD Maternal diperluas, ruang cuci darah ditambah, dan gedung rawat inap dibangun 6 lantai,” kata Bupati Maesyal saat sambutan.
Kapasitas Cuci Darah Naik 3 Kali Lipat
Direktur RSUD Balaraja dr. Chorah Usman bilang, saat ini ruang cuci darah atau Hemodialisa cuma muat 13 mesin. Antrean pasien membludak tiap hari.
“Gedung baru nanti bisa tampung 40 mesin. Antrean pasti berkurang jauh,” jelas dr. Chorah.

Selain itu, ruang IGD Maternal juga bakal diperluas. Menurut dr. Chorah, kasus ibu melahirkan dan bayi baru lahir itu berisiko tinggi. Butuh ruangan yang sesuai standar biar angka kematian ibu dan bayi bisa ditekan.
Bupati: Gedung Boleh Baru, Pelayanan Harus Ramah
Maesyal Rasyid menegaskan, pembangunan fisik harus dibarengi kualitas pelayanan. Dia gak mau gedung baru tapi pelayanan masih jutek.
“Yang paling penting masyarakat datang dapat pelayanan cepat, ramah, bersih, nyaman, dan profesional. Pasien tenang, sembuhnya juga lebih cepat,” tegasnya.
Bupati juga apresiasi jajaran RSUD Balaraja yang responsif terhadap kebutuhan warga. Dia minta pembangunan berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan transparan. Kejaksaan dan Kepolisian ikut mengawasi proyek ini.
Layanin Pasien dari Luar Tangerang
Maesyal menyebut RSUD Balaraja sekarang jadi rujukan banyak daerah. Makanya kapasitas wajib ditambah.
“Rumah sakit ini melayani masyarakat yang sangat luas. Jadi fasilitasnya harus memadai biar pelayanan makin optimal,” tutupnya.
red24/Deddy












