Nalar24.id | JAKARTA– Kepengurusan baru Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) periode 2026–2031 mulai memanaskan mesin organisasi. Usai Kongres VII BM PAN, jajaran pengurus dikonsolidasikan untuk menyatukan langkah sekaligus menyiapkan agenda lima tahun ke depan.Konsolidasi tersebut dikemas melalui Meet and Greet Pengurus BM PAN 2026–2031 yang digelar di Home Base BM PAN, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Bukan sekadar pertemuan perdana, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pengurus baru untuk saling mengenal, bertukar gagasan, sekaligus membangun kesamaan visi dalam menjalankan organisasi.

Satu Komando, Satu Barisan
Ketua Umum BM PAN periode 2026–2031, H. Slamet Ariyadi, menegaskan kepengurusan baru harus segera bekerja dengan solid dan aktif. Menurutnya, keberadaan organisasi kepemudaan harus dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Meet and greet ini bukan sekadar ajang silaturahmi. Ini adalah momentum untuk menyatukan semangat, menyamakan langkah, dan memastikan seluruh pengurus bergerak dalam satu barisan untuk membesarkan BM PAN dan PAN,” ujar Slamet dalam keterangannya, Rabu (16/9/26).
BACA JUGA : DPP BM PAN Terima Kunjungan DPD Kabupaten Bandung dan Dukung Penerbitan Buku
Slamet menyadari tantangan politik dan sosial ke depan akan semakin dinamis. Kondisi tersebut menuntut organisasi kepemudaan tidak hanya aktif secara internal, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan dan merespons persoalan masyarakat.
Karena itu, BM PAN diarahkan untuk memperkuat kehadiran kader muda di tengah masyarakat. Kader tidak cukup hanya menjalankan aktivitas organisasi, tetapi juga diharapkan mengambil bagian dalam berbagai persoalan sosial dan pembangunan.
Koordinasi Jadi Kunci
Dalam konteks tersebut, koordinasi antarpengurus menjadi salah satu kunci yang ditekankan Slamet. Kekompakan tidak hanya dibutuhkan di tingkat pusat, tetapi juga harus terbangun hingga jajaran BM PAN di daerah.
“Tidak ada kerja besar yang bisa dilakukan sendirian. Kita harus bergerak bersama, satu komando, satu barisan, dan satu tujuan. BM PAN harus semakin perkasa dan mampu memberikan kontribusi nyata,” tegasnya.
BACA JUGA : Komitmen Bela Wong Cilik, Legislator PAN Slamet Ariyadi Turun Tangan Selesaikan Tanah Sukajaya

Pesan tersebut menjadi penanda arah kepengurusan baru BM PAN setelah Kongres VII. Organisasi dituntut tidak berhenti pada seremoni pergantian kepengurusan, tetapi segera menerjemahkan hasil kongres ke dalam kerja nyata.
Bergerak Menang Menuju 2029
Kepengurusan BM PAN 2026–2031 kini didorong segera menjalankan berbagai agenda organisasi, termasuk memperluas jaringan dan memperkuat konsolidasi hingga tingkat daerah.
BACA JUGA : Tanggapi Sentilan Ketua Ansor Jatim, Ketum BM PAN : Itu Bentuk Rasa Sayang dan Perhatian ke PAN
Dengan tagline “Bergerak Menang”, BM PAN diarahkan untuk memperkuat posisinya sebagai wadah kaderisasi sekaligus ruang gerakan anak muda.
Agenda tersebut juga berkaitan dengan dukungan terhadap perjalanan politik PAN menuju 2029. Karena itu, konsolidasi organisasi menjadi bagian penting untuk memastikan mesin kaderisasi dan jaringan kepemudaan dapat berjalan secara lebih terarah.
Meet and greet menjadi langkah awal untuk membangun chemistry di antara pengurus baru. Dengan periode kepengurusan hingga 2031, tantangan BM PAN adalah membuktikan gerakan anak muda dapat diterjemahkan menjadi kontribusi konkret bagi masyarakat.
(Lutfi)

Respon (1)