Pasca Purbaya Didepak Mendadak Sekumpulan Bandit Keuangan Mengintai
nalar24.id | JAKARTA – Pemberhentian mendadak Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi Menteri Keuangan menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan. Pemecatan yang dilakukan di tengah jalannya rapat formil dan hanya melalui sambungan telepon ini dinilai menyisakan persoalan etika birokrasi yang serius.
Menanggapi dinamika politik dan fiskal nasional tersebut, Ekonom Konstitusi Defiyan Cori melontarkan kritik keras dan analitis.
Menurutnya, pencopotan ini tidak bisa dibaca sekadar sebagai perombakan kabinet biasa atau hak prerogatif presiden semata, melainkan memuat aroma intervensi kekuatan modal yang luar biasa kuat.
”Apakah ada kekuatan besar di belakang keputusan pemberhentian Purbaya Yudhi Sadewa ini? Kekuatan yang ‘memaksa’ secara tak beretika, yang hanya bisa dilakukan oleh seorang atau beberapa bandit keuangan ?” ujar Defiyan Cori dalam keterangannya, Senin (21/9).
Pertaruhan Integritas di Bawah Kepemimpinan Suahasil Nazara
Purbaya Yudhi Sadewa diketahui menjabat sebagai Menteri Keuangan selama tepat satu tahun tujuh hari. Selama masa kepemimpinannya, Purbaya yang berlatar belakang non-karier kerap melakukan gebrakan pembersihan (bersih-bersih) di internal Kementerian Keuangan, khususnya terkait kasus korupsi serta manipulasi di Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) dan Bea Cukai.
Langkah tegas tersebut diakui Defiyan memicu resistensi dan membuat gerah sebagian pejabat internal Kemenkeu. Kini, posisi strategis tersebut resmi diemban oleh Suahasil Nazara yang dilantik pada 14 September 2026. Berbeda dengan pendahulunya, Suahasil merupakan pejabat karier tulen di lingkungan Kemenkeu.
Penyambutan meriah dari jajaran pegawai Kemenkeu pasca serah terima jabatan, lanjut Defiyan, ditafsirkan sebagian publik sebagai bentuk “kemenangan” orang dalam. Hal ini memunculkan pertanyaan kritis di tengah masyarakat: apakah penunjukan ini mampu melanjutkan agenda reformasi birokrasi, atau justru menjadi angin segar bagi kelompok lama ?
”Mungkinkah Suahasil Nazara mampu melanjutkan kinerja Purbaya Yudhi Sadewa dalam melakukan pembenahan internal organisasi Kemenkeu RI ? Pertanyaan besarnya, apakah pergantian ini merupakan kemenangan bandit keuangan ?” tegas Defiyan.
Sektor Riil Benteng Utama Penyelamatan Ekonomi
Lebih lanjut, Ekonom Konstitusi ini mengingatkan bahwa tantangan utama seorang Menteri Keuangan bukan sekadar merancang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau menguasai instrumen fiskal semata.
Bagi Defiyan, instrumen fiskal hanyalah alat penunjang yang tidak terlalu signifikan jika fondasi ekonomi yang sebenarnya diabaikan. Motor penggerak utama pertumbuhan dan pemerataan kesejahteraan bangsa tetap berada di tangan sektor riil.
”Sektor riil inilah yang menopang kapasitas fiskal negara. Oleh karena itu, arah kebijakan ekonomi nasional harus benar-benar steril dan dijauhkan dari cengkeraman para bandit keuangan terorganisir,” pungkasnya.
LUNAS
