Dorong Sinergi dan CSR Tepat Sasaran, Bupati Tangerang Terima Kunjungan Komisi VII DPR RI di Cikupa Mas

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid berdiri bersama anggota Komisi VII DPR RI saat dialog di Kawasan Industri Cikupa Mas
Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid bersama Komisi VII DPR RI saat dialog di Kawasan Industri Cikupa Mas. Foto: Dedi/Nalar24.id

Nalar24.id | TANGERANG – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menerima kunjungan kerja Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia atau DPR RI ke Kawasan Industri Cikupa Mas, Kecamatan Cikupa, Rabu (26/8/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Komisi VII untuk menyerap aspirasi langsung dari pelaku usaha, pemerintah daerah, serta masyarakat terkait keberadaan kawasan industri di Kabupaten Tangerang.

Dalam kesempatan itu, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa Komisi VII ingin melihat secara langsung kondisi aktivitas industri yang ada di Cikupa Mas. Selain itu, kunjungan ini juga menjadi wadah untuk menampung usulan-usulan dari pengusaha maupun pemerintah daerah kabupaten dan provinsi.

“Komisi VII ingin mendengarkan langsung terkait dengan keberadaan aktivitas kawasan industri yang ada di Kawasan Industri Cikupa Mas.

Bupati Tangerang dan anggota Komisi VII DPR RI melihat produk busa dan sepatu saat meninjau pabrik di Kawasan Industri Cikupa Mas
Bupati Tangerang bersama Komisi VII DPR RI meninjau produk busa di pabrik Kawasan Industri Cikupa Mas. Foto: Dedi/Nalar24.id

Yang kedua, dalam rangka menampung usulan-usulan dari pengusaha maupun dari pemerintah daerah kabupaten maupun provinsi untuk membuat regulasi terkait dengan industri, supaya memberikan kenyamanan,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid.

Ia berharap, hasil dari kunjungan kerja ini dapat menjadi bahan masukan penting dalam penyempurnaan Rancangan Undang-Undang tentang Kawasan Industri. Lebih dari itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam menciptakan kawasan industri yang produktif, aman, dan berkelanjutan.

Optimalisasi Program CSR Jadi Perhatian

Selain membahas regulasi kawasan industri, salah satu poin penting yang menjadi perhatian dalam dialog tersebut adalah optimalisasi program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Menurut Bupati, program CSR dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Tangerang perlu diarahkan agar lebih produktif, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat di sekitar kawasan industri.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya koordinasi dan pelaporan program CSR kepada pemerintah daerah. Hal ini dinilai penting agar setiap program yang dijalankan dapat terdata dengan baik dan manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

BACA JUGA : Tinjau Jalan Cangkudu–Cisoka, Bupati Maesyal Targetkan 1,38 Km Rampung Desember 2026

“Bukan kurang. Masih banyak yang tidak melaporkan kepada kita, ada program apa saja. Harusnya mereka melaporkan kepada kita program yang mereka jalankan, salah satunya CSR,” jelasnya.

Bupati menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus mendorong penguatan peran forum CSR sebagai wadah koordinasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dengan adanya forum tersebut, berbagai program CSR dapat tercatat, terkoordinasi, dan dipublikasikan sehingga dampaknya lebih optimal.

“Yang penting koordinasi. Mereka harus berbicara dengan kita sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Kawasan Industri Kondusif, Tak Ada Laporan Premanisme

Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga menyinggung soal kondusivitas kawasan industri, termasuk potensi gangguan keamanan seperti premanisme. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, di Kawasan Industri Cikupa Mas belum ada laporan terkait praktik tersebut.

Meski demikian, Pemkab Tangerang berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan aparat keamanan serta pihak terkait lainnya.

“Sampai sekarang khusus di sini tidak pernah ada laporan. Kita akan terus mengikuti perkembangan ini supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, baik oleh perusahaan maupun karyawan, termasuk masyarakat sekitar,” tandasnya.

Tinjau Langsung Pabrik Pembuat Busa

Usai melakukan dialog dan menyerap berbagai masukan dari pelaku usaha, Bupati Tangerang bersama jajaran Komisi VII DPR RI melanjutkan kegiatan dengan meninjau salah satu pabrik di Kawasan Industri Cikupa Mas.

BACA JUGA : Hadir di Pelantikan IMKT, Sri Panggung Lestari Titip Pesan untuk Generasi Muda Tangerang

Rombongan meninjau aktivitas produksi pabrik yang bergerak di bidang pembuatan busa atau foam.

Produk ini digunakan sebagai bahan baku untuk berbagai kebutuhan, seperti kasur, sofa, dan furnitur lainnya.

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan untuk melihat secara langsung proses produksi hingga kondisi lingkungan kerja.

Kegiatan ini juga memberikan gambaran nyata kepada Komisi VII DPR RI mengenai dinamika industri di Kabupaten Tangerang sebagai salah satu kawasan industri penting di Provinsi Banten.

(Dedi)

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *