Nalar24.id | TANGERANG – Ada yang beda di Auditorium Ciputra Hospital CitraRaya, Kamis (29/10/2026) kemarin. Bukan seminar kesehatan, tapi aksi sosial bertajuk “Satu Kepedulian, Seribu Perlindungan”.
Rumah sakit yang biasanya identik dengan layanan medis, kali ini justru menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa kartu BPJS Ketenagakerjaan untuk 1.000 pekerja rentan di Kabupaten Tangerang.
Siapa saja mereka? Bukan karyawan kantor. Mereka adalah tulang punggung sektor informal yang sering luput dari jaminan sosial: sekuriti komplek, ART, driver ojol, pedagang Pasar CitraRaya, sopir angkot, sampai marbot masjid dan penjaga tempat ibadah.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, Aziz Gunawan yang hadir mewakili Bupati Tangerang, terang-terangan memuji langkah ini. Menurutnya, ini bukan sekadar bantuan, tapi panggilan kemanusiaan.
“Ini panggilan kemanusiaan. Kami apresiasi Ciputra Hospital. Harapannya bukan berhenti di 1.000, tapi terus bertambah. Pemkab tidak bisa jalan sendiri,” tegas Aziz di atas podium, di depan ratusan peserta yang hadir.
Faktanya, PR Pemkab Tangerang masih besar. Data terbaru BPJS Ketenagakerjaan periode Januari-September 2026 mencatat, baru 1.082.363 pekerja di Kabupaten Tangerang yang terlindungi. Itu baru 69,89% dari total potensi.
Artinya, masih ada sekitar 20.000 lebih pekerja rentan yang belum punya payung jaminan sosial. Padahal risiko kerja mereka tinggi: kecelakaan di jalan, sakit, bahkan meninggal dunia tanpa santunan.
BACA JUGA : Kebijakan Terbaru Kemensos 2026 Seluruh KPM PKH dan BPNT Wajib Registrasi Ulang Lewat Aplikasi Perlinsos
Pemkab sendiri, lewat APBD, baru mampu meng-cover 500.000 warga miskin ekstrem. Sisanya butuh gotong royong dengan swasta. Di sinilah peran Ciputra Hospital masuk.
Bagi penerima, kartu kecil itu artinya besar. Seperti diungkapkan Nurdin, sekuriti di kawasan CitraRaya yang jadi perwakilan penerima.
“Terima kasih, saya bisa dapat kesempatan ini. Manfaatnya sangat besar buat kami masyarakat kecil. Kalau kenapa-kenapa di kerjaan, anak istri ada yang jamin. Semoga makin banyak lagi yang dibantu,” ujar Nurdin dengan suara bergetar usai menerima kartu simbolis.
Langkah Ciputra Hospital ini bisa jadi contoh. Di tengah banyaknya rumah sakit yang fokus cari profit, Ciputra Hospital justru balik melindungi komunitas di sekitarnya dengan tagline mereka: “Menjaga Keluarga, Melindungi Pekerja, Menyehatkan Komunitas”.
Apakah perusahaan lain di Kabupaten Tangerang akan ikut jejak yang sama? Pemkab berharap begitu.
(red24)
