Ketum GARI Kritik Kinerja Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang Terkait Nasib Petani
nalar24.id | TANGERANG – Gabungan Masyarakat Pemerhati Kebijakan Publik (GMPKP) melayangkan surat audiensi dan klarifikasi kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang terkait kelangsungan masa depan petani di sejumlah desa dan kecamatan yang mengeluhkan kekeringan, minimnya cadangan air, serta keterbatasan irigasi hingga kesulitan menanam padi dan sayur-mayur.
Ketua Umum LSM Gema Rakyat Indonesia (GARI), Hendra Primitif, melontarkan kritik tajam terhadap langkah konkret pemerintah daerah dalam mewujudkan kesejahteraan petani.
“Pertanyaannya sederhana,Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mau memakmurkan petani dengan cara apa ? Kalau air untuk menanam saja sulit, irigasi tidak memadai, dan petani mengeluhkan kekeringan, lalu di mana solusi nyata pemerintah?”, tegas Hendra.
Menurutnya, tugas pemerintah tidak cukup hanya menjalankan program, menyusun anggaran, atau mencatat capaian pembangunan. Dinas terkait harus mampu menjawab persoalan mendasar yang dihadapi petani di lapangan.
Petani membutuhkan kepastian air, pendampingan, perlindungan usaha tani, serta kebijakan yang mampu menjaga produktivitas dan penghasilan mereka. Tanpa langkah nyata, petani berisiko kehilangan musim tanam, mengalami penurunan pendapatan, bahkan menghadapi ancaman gagal panen.
Melalui audiensi dan klarifikasi yang diajukan GMPKP, Hendra mendorong Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang menjelaskan sejumlah hal mendasar.
“Jangan hanya bicara memakmurkan petani kalau persoalan mendasar mereka belum terjawab. Kemakmuran petani harus dibuktikan dengan kebijakan yang nyata, ketersediaan air, hasil pertanian yang terjaga, dan penghasilan yang layak. Kami meminta Dinas Pertanian membuka persoalan ini dan menjelaskan solusinya secara konkret,” tutup Hendra Primitif.
Bagi GMPKP, keberhasilan pembangunan pertanian tidak cukup diukur dari besarnya anggaran atau banyaknya program yang dijalankan. Ukuran sesungguhnya adalah apakah petani bisa kembali mengolah lahannya, menanam dengan aman, menghasilkan panen, dan memperoleh kehidupan yang lebih sejahtera.
Sebab, jika petani terus kesulitan menanam, pertanyaan publik akan tetap sama : siapa yang bertanggung jawab memastikan masa depan petani Kabupaten Tangerang tidak berhenti di tengah kekeringan ?
AJis
