Pemkab Tangerang Dorong Desa Cikuya Jadi Desa Komoditi, Cetak Petani Muda Go Agribisnis Modern

Staf Ahli Bupati Tangerang Yudiana tinjau kebun tebu Desa Cikuya
Staf Ahli Bupati Tangerang Yudiana meninjau kebun tebu di Desa Cikuya saat peresmian Desa Komoditi, Senin (28/9/2026).Nalar24.id

Nalar24.id | TANGERANG – Pemerintah Kabupaten Tangerang menyambut baik kolaborasi strategis antara Tunas Pengusaha Muda dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang untuk mendorong pemberdayaan petani muda dan penguatan ekonomi desa.

Sinergi tersebut diwujudkan melalui peresmian Desa Cikuya sebagai Desa Komoditi sekaligus pembukaan Pelatihan Agribisnis Tani Tunas Pengusaha Muda di Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Senin (28/9/2026).

Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang, Yudiana, hadir mewakili Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid dalam kegiatan tersebut.

Penanaman kacang tanah program sinergizi Kabupaten Tangerang di Desa Cikuya
Staf Ahli Bupati Tangerang Yudiana bersama peserta Pelatihan Agribisnis Tani Tunas Pengusaha Muda melakukan penanaman kacang tanah secara simbolis pada Program Sinergizi Kabupaten Tangerang di Desa Cikuya, Senin (28/9/2026). Kegiatan ini mendorong ekonomi sirkular dan ketahanan pangan desa. Foto: http://Nalar24.id

Menurut Yudiana, peresmian Desa Cikuya sebagai Desa Komoditi menjadi momentum penting untuk mengoptimalkan potensi lokal. Setiap desa memiliki keunggulan masing-masing yang dapat menjadi kekuatan ekonomi jika dikelola terencana dan berkelanjutan.

“Pengembangan potensi desa harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi, pengolahan, pemasaran, hingga pembangunan jejaring usaha. Dengan demikian, potensi lokal dapat memberikan nilai tambah dan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Petani Muda Harus Melek Agribisnis Modern

Pemkab Tangerang juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan agribisnis. Kegiatan ini dinilai penting untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan pertanian modern dan jiwa kewirausahaan.

Yudiana menegaskan, generasi muda perlu mengubah cara pandang terhadap sektor pertanian. Pertanian tidak hanya pekerjaan tradisional, tetapi sektor usaha yang menjanjikan jika dikelola dengan inovasi, teknologi, kreativitas, dan manajemen yang baik.

“Anak-anak muda jangan hanya melihat pertanian sebagai pekerjaan tradisional, tetapi harus mampu melihatnya sebagai sektor usaha yang memiliki peluang besar apabila dikelola dengan inovasi, teknologi, kreativitas, dan manajemen yang baik,” ujar Yudiana saat membacakan pesan Bupati.

Dorong Ekonomi Sirkular dan Kolaborasi Pentahelix

Selain penguatan kapasitas, Pemkab Tangerang mendorong penerapan konsep ekonomi sirkular di sektor pertanian. Konsep ini memungkinkan limbah atau hasil samping pertanian dimanfaatkan kembali menjadi produk bernilai ekonomi, sehingga meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Melalui dialog interaktif mengenai ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi desa yang digelar dalam acara tersebut, pemerintah berharap muncul gagasan konkret dan aplikatif yang bisa diterapkan langsung di lapangan.

Yudiana menegaskan, pembangunan ekonomi desa tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Diperlukan kolaborasi pentahelix antara pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, petani, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat desa.

“Kepada para peserta pelatihan dan generasi muda, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk meningkatkan keterampilan, membangun jejaring, berani berinovasi, dan tidak takut untuk memulai usaha,” pesannya.

Pemkab Tangerang berkomitmen terus mendukung program yang memperkuat perekonomian masyarakat, meningkatkan kemandirian desa, serta mendorong kesejahteraan warga melalui penguatan komoditas unggulan wilayah.

(bgx)

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *