Bupati Maesyal Ajak FSP-RTMM Perkuat Sinergi, Pertumbuhan Ekonomi Tangerang Capai 5,67 Persen

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid berfoto bersama peserta Diklat II FSP RTMM SPSI Provinsi Banten di Hotel Yasmin Curug`
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama peserta Diklat II Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman FSP-RTMM SPSI Provinsi Banten di Hotel Yasmin, Curug. Foto: Dedi/Nalar24.id

Nalar24.id | TANGERANG – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengajak Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman atau FSP-RTMM untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi. Tujuannya untuk mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Kabupaten Tangerang yang saat ini mencapai sekitar 5,67 persen.

Hal tersebut disampaikan Bupati Maesyal Rasyid saat menerima peserta Diklat II Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman FSP-RTMM SPSI Provinsi Banten di Hotel Yasmin, Kel. Binong, Kec. Curug, Rabu (09/09/2026).

“Mari kita pertahankan dan terus tingkatkan sinergi dan kolaborasi untuk mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah. Mudah-mudahan semua serikatnya, bukan hanya di makanan minuman saja semua yang ada aktivitas di Kabupaten Tangerang,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Bupati Tangerang Moch, Maesyal Rasyid Menyampaikan di Podium Banner Ketua PD FSP-RTMM SPSI Provinsi Banten
Bupati Tangerang Moch, Maesyal Rasyid Menyampaikan di Podium Banner Ketua PD FSP-RTMM SPSI Provinsi Banten Feby Riansyah, S.Kom., Materi pada Diklat II FSP-RTMM di Hotel Yasmin, Curug. Foto: Dedi/Nalar24.id

Ia juga menekankan pentingnya tiga komponen tripartit untuk senantiasa berkolaborasi. Menurutnya komunikasi yang baik antar pemerintah, pengusaha dan serikat pekerja harus terus dijaga.

“Senantiasa berkolaborasi 3 komponen tripartit terus juga komunikasi yang bagus dan juga tidak terhasut oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang tidak senang dengan Kabupaten Tangerang. Saya kira ini menjadi bekal bagus untuk kemajuan kita semua,” lanjutnya.

Tripartit Harmonis Dongkrak Ekonomi

Menurut Bupati Maesyal, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang yang mencapai 5,67 persen tersebut tidak lepas dari kondisi hubungan tripartit yang kondusif dan harmonis.

Pemerintah daerah, asosiasi pengusaha dan serikat pekerja menjalankan fungsinya dengan baik. Hal itu membuat perekonomian terus berjalan dan aktivitas usaha masyarakat juga terakomodir.

BACA JUGA : PUG, DPPPA, Pemkab Tangerang, Gender, Yatemi

“Pemerintah, semua pengusaha, termasuk para karyawan dan para pekerja yang ada di Kabupaten Tangerang, semuanya saling berkolaborasi, saling mensupport. Dampak positifnya, roda perekonomian terus berjalan, kepastian aktivitas usaha masyarakat terakomodir,” jelasnya.

Bupati Maesyal pun mengapresiasi pelaksanaan diklat tersebut. Ia berharap kegiatan itu dapat menambah motivasi, wawasan maupun ilmu pengetahuan peserta, khususnya dari sisi advokasi terkait dengan ketenagakerjaan.

Pemerintah daerah juga akan terus mendukung upaya bersama antara pengusaha dan serikat pekerja dalam meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan pekerja.

“Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan selamat dan apresiasi kepada FSP-RTMM juga kepada SPSI yang hari ini berinisiasi untuk bisa melaksanakan pelatihan.

BACA JUGA : Wali Kota Sachrudin Apresiasi Baksos IAD di Neglasari, 75 KK Terima Bantuan dan Renovasi MCK

Semoga diklat ini dapat menambah kompetensi terhadap aspek hukum dan ketenagakerjaan yang diharapkan bisa semakin menguatkan kolaborasi antara pemerintah daerah, pengusaha dan para pekerja dengan serikatnya,” pungkasnya.

Diklat Diikuti 139 Peserta

Sementara itu, Ketua panitia Diklat II FSP-RTMM SPSI Provinsi Banten, Satriyo Utomo mengatakan diklat yang diikuti oleh 139 peserta dari 15 pimpinan unit kerja perusahaan yang ada di wilayah Provinsi Banten tersebut mengusung tema “Cerdas Hukum, Kuat Advokasi Wujudkan Pengurus Serikat Pekerja yang Berintegritas dan Bermartabat”.

Diklat tersebut bukan hanya sekedar kegiatan untuk memenuhi agenda organisasi, namun merupakan bagian dari investasi perjuangan organisasi.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan kader-kader organisasi yang mampu memahami persoalan ketenagakerjaan, mampu menjalankan organisasi secara profesional, mampu berkomunikasi dengan baik, mampu membangun hubungan industrial yang harmonis namun tetap kritis serta memiliki keberanian untuk memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan anggota,” ujarnya.

Pihaknya berharap diklat tersebut mampu menjadikan organisasi yang lebih kuat, lebih solid, lebih profesional dan lebih bermanfaat bagi anggota.

(Dedi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *