HEADLINE NEWS
Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang Gelar RDP, Soroti Proyek Hutan Bambu Cisoka Rp1,8 Miliar Open Tournament Bulutangkis Piala Panglima TNI Resmi Dibuka, Teguhkan Sportivitas dan Cetak Atlet Berprestasi* Nalar24.id | BANDUNG – Komandan Komando Pemeliharaan Materiel TNI Angkatan Udara atau Dankoharmatau Marsda TNI Rudolf P. Buulolo, S.E., M.M., yang diwakili Wadan Koharmatau Marsma TNI Andy S. Pambudi, S.T., M.M., secara resmi membuka Open Tournament Cabang Olahraga Bulutangkis Piala Panglima TNI di GOR KONI Bandung, Rabu 2 September 2026. Turnamen ini digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 TNI Tahun 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis untuk mempererat kebersamaan sekaligus membangun semangat kompetisi yang sehat antara prajurit TNI, Polri, atlet, dan masyarakat. Dalam sambutan Panglima TNI yang dibacakan Wadan Koharmatau, disampaikan bahwa TNI berkomitmen meningkatkan prestasi olahraga nasional sesuai amanah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan. Open Tournament Piala Panglima TNI tidak hanya diarahkan sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, membangun kebersamaan, meningkatkan prestasi dan sportivitas, serta menjaring bibit-bibit atlet potensial yang mampu mengharumkan nama bangsa. “Olahraga prestasi pada hakikatnya tidak hanya membentuk kekuatan fisik, tetapi juga membangun mental dan karakter melalui nilai sportivitas, kejuangan, kehormatan, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta kepercayaan terhadap kemampuan diri sendiri,” demikian kutipan sambutan Panglima TNI. Sejalan dengan tema HUT ke-81 TNI, “Prestasi Olahraga TNI, Prestasi Olahraga Indonesia”, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan prajurit dan masyarakat yang sehat, tangguh, berkarakter, sekaligus atlet-atlet berprestasi. Lebih lanjut, turnamen ini memiliki sejumlah tujuan strategis. Yakni menjadi parameter keberhasilan pembinaan atlet nasional, menemukan bibit-bibit atlet potensial, meningkatkan kualitas olahraga nasional, serta memperkuat komunikasi dan sinergi antarpengurus olahraga dari pusat hingga daerah. Panglima TNI juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pengurus olahraga, KONI, atlet, wasit, juri, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya turnamen tersebut. Kepada atlet, Panglima TNI berpesan agar mengikuti pertandingan dengan sungguh-sungguh, menjunjung tinggi sikap kesatria, serta mengedepankan motivasi dan sportivitas. Sementara kepada juri dan wasit, diharapkan mampu memimpin pertandingan secara jujur, bijaksana, aman, dan profesional. Ketum KNPI Dukung Penuh AKBP Ricky Nugraha Sebagai Kapolres Bener Meriah BPR Kerta Raharja Gelar Gebyar UMKM, Bunga Kredit Mikro 0,5 Persen Per Bulan 1.075 Mahasiswa Terima Beasiswa Tangerang Gemilang, Bantu Kuliah Keluarga Kurang Mampu*l

Aktivis 98,Lutfi Nasution : Kawal Aspirasi Lewat Dialog Demokratis, Tolak Aksi Anarkis

Aktivis 98,Lutfi Nasution. foto/dok : red24 .

Aktivis 98,Lutfi Nasution : Kawal Aspirasi Lewat Dialog Demokratis, Tolak Aksi Anarkis

nalar24.id | JAKARTA – Menyikapi dinamika sosial politik tanah air serta rencana aksi massa yang akan digelar pada Kamis, 27 Agustus 2026, Pengamat Sosial Politik Swarna Dwipa Institute sekaligus Aktivis 98, Lutfi Nasution atau Lunas, menyampaikan pandangan serta sikap resminya.

Aksi massa yang mengangkat isu pengesahan RUU Perampasan Aset, penegakan hukum, serta pemberantasan korupsi dinilai sebagai bentuk kepedulian yang sejalan dengan cita-cita Reformasi 1998.

Kendati demikian, ia mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar senantiasa menjaga kondusivitas dan mewaspadai potensi penyusupan.

​”Kepada para mahasiswa, buruh, dan aliansi masyarakat lainnya yang akan turun ke jalan, kami ingatkan agar tidak terprovokasi dan disusupi oleh ‘penunggang gelap’ yang berniat membelokkan aksi damai menjadi tindakan anarkis,” ujar Lutfi di Jakarta, Kamis (27/8).

​Lutfi menegaskan, bahwa penyampaian aspirasi publik harus dilakukan melalui kontribusi pemikiran dan solusi yang demokratis, bukan dengan cara-cara anarkis yang justru merugikan semua pihak serta mengganggu ketertiban umum.

“Penyampaian kritik maupun pengawalan terhadap kebijakan negara harus selalu dilakukan melalui jalur-jalur konstitusional dan demokratis. Jalan anarkis dinilai hanya akan merugikan semua pihak—baik masyarakat, fasilitas umum, maupun stabilitas negara secara keseluruhan,” tegasnya.

​Dukungan Bagi Pemerintahan Prabowo

​Selain menyoroti substansi aksi, Aktivis 98 ini juga menyatakan dukungannya kepada Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran kabinetnya. Pemerintah didorong untuk terus fokus bekerja memperbaiki berbagai sektor strategis, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kopdes/Kopkel Merah Putih, kesehatan, pendidikan, peningkatan gaji buruh, hingga masalah sosial lainnya.

“Kita harus mendukung Program Presiden Prabowo yang dicanangkan dalam Asta Cita, karena seluruh agenda tersebut hanya dapat berjalan optimal dalam iklim demokrasi yang kondusif,” imbuhnya.

​Pentingnya Dialog dan Keterbukaan DPR RI serta Kementerian

​Lutfi mengapresiasi lembaga legislatif dan eksekutif saat ini yang dinilainya sudah sangat terbuka dalam menerima masukan publik. Oleh karena itu, ia mendorong agar aksi massa di jalan diposisikan sebagai pemantik, yang kemudian ditindaklanjuti melalui dialog intensif dan audiensi formal dengan DPR RI maupun kementerian terkait.

​”Melakukan dialog dengan DPR RI dan atau kementerian terkait adalah cara paling efektif untuk menguji gagasan secara objektif tanpa harus mengorbankan ketertiban umum,” tambahnya.

​Pengawasan Konsisten oleh Publik

​Lutfi menekankan, bahwa iklim demokrasi yang sehat tidak berhenti pada ruang-ruang dialog semata. Setiap kebijakan maupun hasil kesepakatan yang telah dirumuskan bersama harus terus dilakukan pengawasan secara konsisten oleh publik.

“Jadi, setiap hasil kesepakatan dan kebijakan pemerintah harus terus dilakukan pengawasan secara konsisten oleh publik agar implementasinya benar-benar berpihak kepada rakyat,” jelasnya.

​Sementara itu, pihak keamanan juga diminta untuk tetap profesional, humanis, dan tidak terpancing oleh provokasi “penunggang gelap” yang berpotensi menciderai nilai-nilai demokrasi selama pengawalan aksi berlangsung.

“Kami meminta pihak keamanan agar tetap humanis, menjaga situasi tetap kondusif, serta tidak terpancing oleh provokasi “penunggang gelap” yang berpotensi mencederai nilai-nilai demokrasi,” pungkas Lutfi.

red24_KANU

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *