Nalar24.id | TANGERANG – Kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang berubah menjadi arena pacu yang penuh adrenalin, Jumat (25/09/2026). Deru roda yang melesat cepat memecah suasana pagi ketika sekitar 300 atlet sepatu roda dari berbagai daerah berkumpul di Jalan Satria Sudirman dalam ajang Tangerang Open Speed Marathon 2026 Piala Walikota Tangerang.
Kejuaraan yang diinisiasi oleh Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PORSEROSI) ini dimulai pukul 09.00 WIB. Penanggung jawab kegiatan, Saefulloh, S.Kom., menegaskan ajang ini bukan sekadar lomba biasa, melainkan wadah profesional untuk menjaring bibit atlet berprestasi sekaligus memberikan jalur prestasi melalui sertifikat resmi yang bisa digunakan untuk PPDB.
“Event ini kami siapkan untuk menjadi wadah atlet profesional sekaligus pembinaan usia dini. Sertifikat kejuaraan ini resmi dan bisa digunakan untuk jalur prestasi sekolah,” jelas Saefulloh.

Pembukaan berlangsung meriah dengan balutan budaya lokal. Panitia menghadirkan atraksi Palang Pintu Betawi, tarian khas Kota Tangerang, serta iringan organ tunggal dengan fanfare tradisional yang membakar semangat atlet sebelum bertanding. Konsep sportainment ini membuat acara tidak hanya kompetitif tapi juga menghibur.
Tak hanya olahraga, suasana pesta rakyat terasa kental dengan hadirnya bazaar UMKM lokal yang menjajakan berbagai produk.
Pengunjung juga dimanjakan dengan program doorprize voucher belanja. Untuk menjangkau penonton lebih luas, seluruh perlombaan disiarkan live melalui layar LED raksasa di lokasi dan kanal YouTube resmi, dilengkapi pantauan drone untuk visual yang lebih dramatis.
BACA JUGA : SSB Langit Biru Tangerang Juara 1 Liga Grassroots Banten KU-10, Lolos ke Nasional

Secara teknis, kompetisi dibagi dalam tiga kelas utama. Kelas Pemula fokus pada Fun Race 100m Drag Race untuk usia dini sebagai pengenalan. Kelas Standard mempertandingkan nomor 100m Drag Race dan 1000m Sprint Lap yang menuntut kecepatan dan ketahanan.
Sementara kelas Speed menjadi kelas tertinggi yang menguji fisik dengan nomor Sprint, Team Time Trial, hingga 21km Half Marathon untuk kategori Junior dan Senior.
Dari sisi keamanan, personel gabungan dari Sat Lantas Polres Metro Tangerang Kota dan Polsek Tangerang diterjunkan. Di bawah pimpinan IPTU Ahmad Hasmi, sebanyak 7 personel gabungan ditempatkan di titik-titik strategis untuk memastikan jalur steril, penonton tertib, dan atlet aman selama berlomba.
Hingga berita ini diturunkan, babak kualifikasi dan semifinal masih berlangsung sengit dengan menjunjung tinggi sportivitas. Ajang Tangerang Open Speed Marathon 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga memperluas jaringan kompetisi antar daerah dan mempopulerkan sepatu roda sebagai olahraga prestasi yang dekat dengan masyarakat.
(avriyani)

Respon (2)