Terbakarnya KM Mutiara Sentosa II Legislator PAN Desak Evaluasi Total : Keselamatan Jangan Kalah oleh Bisnis !
nalar24.id | JAKARTA – Kebakaran yang menimpa KM Mutiara Sentosa II (sebelumnya disebut KM Santosa II) di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, memicu reaksi keras dari parlemen. Anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Slamet Ariyadi, mendesak pemerintah melalui Kementerian Perhubungan serta otoritas terkait untuk segera melakukan evaluasi total terhadap standar keselamatan pelayaran nasional.
Slamet menegaskan bahwa aspek keselamatan jiwa penumpang harus selalu menjadi prioritas utama di atas segalanya dan tidak boleh dikalahkan oleh orientasi keuntungan semata dari pihak operator kapal.
”Tragedi ini tidak boleh dianggap sebagai musibah biasa. Harus ada evaluasi total terhadap seluruh armada transportasi laut, khususnya yang melayani rute-rute penyeberangan antarpulau. Keselamatan penumpang adalah harga mati, jangan sampai faktor bisnis dan keuntungan perusahaan mengorbankan nyawa manusia,” ujar Slamet dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).
Politisi dapil Jawa Timur ini menyoroti pentingnya penegakan aturan standar kelayakan kapal secara berkala, termasuk ketersediaan dan kelengkapan alat keselamatan darurat seperti jaket pelampung (life jacket), sekoci, serta sistem proteksi kebakaran di dalam kapal. Menurutnya, pengawasan di pelabuhan maupun jalur penyeberangan regional harus diperketat tanpa kompromi.
Data Korban dan Kendaraan Terdampak
Berdasarkan data awal dari Kantor SAR Surabaya dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, kapal berpenumpang rute Surabaya–Makassar ini mengangkut 250 orang di atas kapal (POB). Selain membawa ratusan penumpang, kapal milik PT. Atosim Lampung Pelayaran tersebut juga sarat dengan muatan logistik kendaraan, yang meliputi, 140 unit truk , 25 unit mobil, 15 unit sepeda motor, dan 1 unit alat berat.
Dalam insiden mencekam ketika sebagian besar penumpang masih tertidur tersebut, tim SAR gabungan mengerahkan armada seperti KN SAR 249 Permadi dan kapal-kapal sekitar untuk melakukan evakuasi darurat, di mana sebagian penumpang terpaksa melompat ke laut demi menyelamatkan diri. Data sementara mencatat empat orang dilaporkan meninggal dunia, sementara ratusan lainnya berhasil dievakuasi selamat.
Usut Tuntas Penyebab Kebakaran
Terkait pemicu insiden, hingga saat ini penyebab pasti kemunculan api di tengah pelayaran masih dalam penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama tim gabungan telah diterjunkan ke lokasi untuk menginvestigasi sumber api.
Slamet mendesak agar aparat berwenang mengusut tuntas insiden ini secara transparan. Jika terbukti ada unsur kelalaian, pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP), atau pembiaran dari pihak operator, ia menuntut agar sanksi tegas hingga pencabutan izin operasional dijatuhkan.
”Kami mendesak investigasi yang transparan dan akuntabel. Evaluasi ini penting agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi laut harus terus dijaga melalui jaminan keamanan yang ketat,” pungkas Slamet, sekaligus mengapresiasi kesigapan tim SAR serta nelayan setempat dalam mengevakuasi para korban.
red24_LUNAS
