Nalar24.id | SERANG – Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten tancap gas percepat sertipikasi tanah wakaf demi lindungi aset umat. Hasilnya nendang: pendaftaran tanah wakaf secara nasional melonjak 206 persen periode 2017–2025.
Capaian ini sejalan dengan arahan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid yang minta percepatan lewat kolaborasi lintas sektor.
“Percepatan ini gak bisa BPN sendiri. Butuh sinergi dengan Kemenag, BWI, pemda, nazir, dan masyarakat,” tegas Kepala Kanwil BPN Banten, Harison Mocodompis, Kamis (19/6/2026).
GEBRAKAN GEMAPTAS TAWAF
Bentuk nyatanya lewat Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas Tanah Wakaf (GEMAPTAS TAWAF). Program ini udah jalan di Kabupaten Tangerang, dan serentak di Serang Raya, Kota Cilegon, Pandeglang, hingga Lebak.
“Semuanya udah jalan. Tinggal tunggu hasilnya di lapangan. Mudah-mudahan lebih cepat beres,” ujar Harison.
5 TAHAPAN WAJIB SERTIPIKASI TANAH WAKAF
Buat masyarakat yang mau daftarin tanah wakaf, Harison jelasin alurnya cuma 5 tahap:
1. Tetapkan Nazir
Wakif tunjuk nazir sebagai pengelola. Bisa perorangan, organisasi, atau badan hukum.
2. Siapkan Dokumen
Nazir kumpulin KTP wakif, nazir, saksi, dan bukti kepemilikan tanah. Ajukan Akta Ikrar Wakaf via SIWAK Kemenag di http://siwak.kemenag.go.id.
3. Ikrar Wakaf di KUA
Wakif, nazir, dan 2 saksi ngucapin ikrar di depan Kepala KUA Kecamatan selaku PPAIW.
4. Terbit Akta Ikrar Wakaf (AIW)
PPAIW terbitkan AIW yang ditandatangani semua pihak. Ini bukti sah wakaf udah terjadi.
5. Daftar ke BPN
Bawa AIW + dokumen lengkap ke Kantor Pertanahan. Nanti diukur, diperiksa, sampai terbit Sertipikat Tanah Wakaf.
Dengan sertipikat, tanah masjid, madrasah, hingga makam jadi punya kepastian hukum dan aman dari sengketa.












