Nalar24.id | TANGERANG – Kondisi sejumlah bendungan dan aliran sungai di Kota Tangerang terpantau mengalami penurunan debit air. Pantauan di lapangan menunjukkan dasar sungai yang biasanya terendam air kini mengering dan dipenuhi tumpukan bebatuan serta sampah.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota Tangerang melalui BPBD dan Dinas PUPR mulai bergerak cepat melakukan antisipasi dampak musim kemarau.
Siapkan 30 Tandon Air dan Optimalkan Hydrant
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi.
“Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang menyiapkan 30 unit tandon air untuk mendukung distribusi air bersih sekaligus membantu penanganan kebakaran,” ujar Mahdiar, Jumat (31/7/2026).

Selain itu, kesiapan jaringan hydrant di berbagai wilayah juga terus dioptimalkan sebagai bagian dari upaya mitigasi kebakaran.
Mahdiar menambahkan, BPBD bersama seluruh perangkat daerah akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan dampaknya di lapangan.
“Koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat agar setiap potensi kekeringan maupun kebakaran dapat ditangani secara cepat dan efektif,” jelasnya.
Imbau Warga Bijak Gunakan Air
Dalam kesempatan itu, Mahdiar juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menghadapi musim kemarau.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk menggunakan air secara bijak, tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan, serta segera melaporkan apabila menemukan kejadian kekeringan maupun kebakaran agar bisa segera ditangani,” tegasnya.
Baca Juga : Jadi Role Model, Pemkab Tangerang Terima Kunker Pemkab Muara Enim Soal Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi musim kemarau tahun ini.
Kondisi Sungai Memprihatinkan
Sementara itu, pantauan di lapangan menunjukkan kondisi sungai yang memprihatinkan. Debit air di salah satu bendungan di Kota Tangerang surut drastis.
Tumpukan sampah berupa plastik, ranting, hingga limbah rumah tangga terlihat menyangkut di antara bebatuan.
Kondisi ini dikhawatirkan dapat menyumbat aliran air saat musim hujan tiba dan memicu banjir. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang sebelumnya telah berulang kali mengimbau warga agar tidak membuang sampah ke sungai.
Dengan adanya kesiapan 30 tandon air dan penguatan jaringan hydrant, Pemkot Tangerang berharap dampak kekeringan dan kebakaran dapat diminimalisir.
Masyarakat diimbau untuk segera menghubungi BPBD atau call center 112 apabila menemukan titik api atau wilayah yang mengalami krisis air bersih.
(Avriyani)
