Operasi SAR Kapal Arupadhatu I di Selat Sunda Dihentikan Setelah 10 Hari, 8 Orang Belum Ditemukan

Keluarga 8 korban Kapal Arupadhatu I bersama Gubernur Banten Andra Soni menggelar doa bersama saat operasi SAR hari ke-10 di Selat Sunda dihentikan.

Nalar24.id | BANTEN – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap kapal Arupadhatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda resmi dihentikan.

Keputusan penghentian operasi SAR diambil setelah memasuki hari ke-10 pencarian. Tim SAR Gabungan telah melakukan upaya pencarian sejak hari pertama hingga masa perpanjangan, namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun delapan orang yang berada di dalamnya.

Meski operasi resmi dihentikan, pemantauan terhadap wilayah perairan Selat Sunda akan tetap dilakukan oleh pihak terkait.

Gubernur Banten Andra Soni melihat poster 8 korban Kapal Arupadhatu I didampingi aparat Polri dan Basarnas.
Gubernur Banten Andra Soni melihat Foto poster 8 korban Kapal Arupadhatu I didampingi aparat Polri dan Basarnas.

Gubernur Banten, Andra Soni, hadir langsung di lokasi untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga korban. Dalam foto yang beredar, Andra Soni tampak bersama keluarga dan kerabat 8 korban yang memegang poster berisi foto para korban dan tulisan haru meminta kepulangan mereka.

Pemerintah Provinsi Banten juga menegaskan memiliki tanggung jawab untuk terus memberikan dukungan kepada keluarga selama proses penanganan dan pemantauan berlangsung.

Hingga berita ini diturunkan, nasib 8 orang di dalam kapal Arupadhatu I masih menjadi tanda tanya. Doa agar mereka segera ditemukan dalam keadaan selamat terus mengalir dari keluarga dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *