Nalar24.id | JAKARTA – Hendra Primitif mengingatkan bahwa perjuangan para pendiri bangsa dalam merebut kemerdekaan Indonesia tidak hanya mengandalkan kecerdasan. Perjuangan itu juga dilandasi semangat pengorbanan, kejujuran, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan negara.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus tetap menjadi pedoman bagi generasi penerus di tengah kemajuan zaman.
“Para pemikir dan pejuang terdahulu berjuang dengan segala keterbatasan demi menghadirkan Indonesia yang merdeka. Kini, ketika pendidikan semakin maju hingga jenjang sarjana dan pascasarjana, seharusnya lahir generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kejujuran, dan disiplin yang kuat,” ujar Hendra Primitif.
Pendidikan Bukan Sekadar Gelar Akademik
Ia menilai bahwa kemajuan pendidikan tidak boleh hanya diukur dari gelar akademik. Menurutnya, pendidikan harus mampu melahirkan sumber daya manusia yang berkarakter, menjunjung etika, serta mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Hendra Primitif juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus membangun budaya dialog yang berlandaskan adat istiadat, nilai-nilai luhur, dan semangat musyawarah untuk mufakat sebagai jati diri bangsa Indonesia.
“Mari kita buka ruang budaya dialog yang berasaskan adat istiadat, terus mengedepankan musyawarah dan mufakat demi memperkuat mental kejujuran, kedisiplinan, dan ketegasan tanpa pandang pilih. Itulah kultur dan budaya bangsa yang harus kita jaga bersama sebagai pondasi menuju Indonesia yang lebih bermartabat,” tutup Hendra Primitif.
red/HD












