Bupati Tangerang Resmikan Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati, Bukti Harmoni Umat Beragama

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid resmikan Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati di Tigaraksa
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memotong pita peresmian Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati di Desa Sodong, Tigaraksa, Selasa 21/7/26 dok : Deddy

Nalar24.id | TANGERANG – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meresmikan Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati di Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Selasa 21 Juli 2026.

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan keberadaan pura ini membuktikan Kabupaten Tangerang adalah daerah yang harmonis dan menjunjung tinggi toleransi. Pura tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah umat Hindu, tetapi juga sebagai sarana edukasi, pelestarian budaya, hingga destinasi wisata.

“Tempat ini bukan hanya untuk ibadah, tetapi juga menjadi tempat edukasi, agro wisata, dan wisata budaya. Sudah banyak sekolah, termasuk dari Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, hingga siswa SD dan SMP yang datang untuk belajar mengenal keberagaman. Ini membuktikan Kabupaten Tangerang adalah daerah yang harmonis,” ungkap Bupati.

Ia menegaskan pembangunan pura telah memenuhi seluruh ketentuan administrasi dan perizinan. Hal ini menjadi contoh umat beragama dapat menjalankan hak beribadah dengan tetap menaati aturan.

Bupati Tangerang bersama umat Hindu usai peresmian Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati
Bupati Tangerang bersama umat Hindu dan pengurus pura berfoto bersama usai peresmian Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati.selasa (21/7/2026) dok : deddy

“Umat Hindu telah menunjukkan keteladanan dengan membangun rumah ibadah sesuai peraturan yang berlaku. Semua perizinan telah dipenuhi. Saya yakin umat beragama lainnya juga memiliki komitmen yang sama untuk menjaga ketertiban dan keharmonisan,” tegasnya.

Bupati juga berharap kawasan pura dapat dimanfaatkan sebagai ruang terbuka untuk belajar, berwisata, dan kegiatan positif antarumat beragama.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang sangat menghormati dan mengapresiasi berdirinya Pura ini. Pembangunannya memakan waktu delapan tahun sejak April 2018 dan rampung Maret 2026. Ini bukti nyata semangat gotong royong,” ucapnya.

Baca Juga : Memohon berkah dan tolak bala 100 umat rayakan YMS Kwan Im di Boen Tek Bio

Perwakilan pengelola pura, Wayan, menjelaskan pura ini juga dimanfaatkan untuk studi banding perguruan tinggi, kegiatan pembelajaran siswa, hingga lokasi foto pranikah. “Tidak ada tarif, hanya kotak amal sukarela,” ujarnya.

Dengan diresmikannya pura ini, Pemkab Tangerang berharap semangat toleransi dan kerukunan semakin kuat, sekaligus menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat edukasi budaya dan destinasi wisata religi.

(Deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *