Gelaran Indonesia Skills Competition (ISC) 2026 : Memperkuat Sinergi Antara Pendidikan Vokasi dan Industri

Abdullah Qiqi Asmara (tengah) Direktur Bina Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan Ditjen Binalavoktas Kemenaker. foto/dok : red24 .

Gelaran Indonesia Skills Competition (ISC) 2026 : Memperkuat Sinergi Antara Pendidikan Vokasi dan Industrial

sorot24 | JAKARTA – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Afriansyah Noor atau yang akrab disapa Bang Ferry, secara resmi menutup gelaran Indonesia Skills Competition (ISC) 2026 pada Jumat (30/10/2026).

Penutupan ajang ini menandai awal dari langkah strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul dan berdaya saing di tingkat global.

​Dalam ajang bergengsi tersebut, sebanyak 90 talenta terbaik dari berbagai daerah telah menunjukkan keahlian dan kompetensi mereka di berbagai keahlian masa depan, mulai dari otomasi industri, Internet of Things (IoT), hingga sektor perhotelan.
​Menurut Bang Ferry, keberhasilan para peserta dalam menampilkan performa terbaiknya menjadi bukti nyata kesiapan generasi muda Indonesia dalam menghadapi lompatan teknologi modern yang serba cepat.

​”Penutupan kompetisi ini bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah strategis kita untuk terus membangun SDM Indonesia yang unggul dan mampu bersaing secara global,” ujar Bang Ferry dalam penggalan sambutannya.

​Lebih lanjut, Wamenaker menekankan pentingnya penguatan ekosistem vokasi nasional. Ia menyebutkan bahwa pengembangan ekosistem vokasi tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dan kolaborasi erat antara pemerintah, dunia pendidikan dan pelatihan, dunia industri, serta asosiasi profesi.
Langkah serentak ini dinilai krusial guna memastikan kurikulum dan pelatihan yang diberikan selalu relevan dengan kebutuhan pasar kerja yang dinamis.

​Mengakhiri sambutannya, Bang Ferry menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta dan para pemenang atas kerja keras serta perjuangan yang telah ditunjukkan selama kompetisi berlangsung.
​Ia mengingatkan bahwa prestasi yang diraih para juara membawa tanggung jawab besar untuk terus mengasah keterampilan sebagai persiapan menghadapi ajang skala internasional, seperti WorldSkills Competition. Sementara bagi peserta yang belum meraih juara, ia berpesan agar tidak berkecil hati.

​”Bagi yang belum meraih kemenangan, jadikan pengalaman berharga ini sebagai modal penting untuk terus belajar sepanjang hayat (life long learning),” tutur Bang Ferry menyemangati.

Sementara itu, Penanggung Jawab Indonesia Skills Competition 2026 yang juga menjabat sebagai Direktur Bina Standadrisasi Kompetensi dan Program Pelatihan Ditjen Binalavoktas Kemnaker, Abdullah Qiqi Asmara, menyampaikan bahwa ISC 2026 menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan produktif.

​”Indonesia Skills Competition 2026 bukan sekadar ajang kompetisi keterampilan, melainkan bagian strategis dari pembinaan talenta muda vokasi Indonesia untuk membangun sumber daya manusia yang kompeten, produktif, inovatif, dan berdaya saing global,” ujar Qiqi.

​Ia menjelaskan, ISC 2026 bertugas mengidentifikasi talenta terbaik dari jalur pendidikan, pelatihan vokasi, hingga industri, kemudian menempa mereka lewat pembinaan yang mengacu pada standar internasional.

Para peserta tidak berhenti pada capaian kompetisi, melainkan disiapkan untuk melangkah ke tingkat regional hingga global, seperti WorldSkills ASEAN, WorldSkills Asia, dan WorldSkills International.

​”Penyelenggaraan ISC 2026 juga memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan dan pelatihan serta industri dalam membangun ekosistem vokasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi,” tegas Qiqi.

​Di akhir pernyataannya, Qiqi Asmara turut menggaungkan semangat kolaborasi lintas sektor demi mengantarkan kompetensi anak bangsa ke kancah internasional.

​”Dengan semangat Sumpah Pemuda, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersatu membina talenta muda, memperkuat budaya unggul, dan mengantarkan kompetensi Indonesia menuju panggung dunia. Pemuda Bersatu, Kompetensi Maju, Indonesia Mendunia,!” pungkas Qiqi.

lutfi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *