Jalan Rp 12 Miliar Amblas, Anggota DPRD Minta APH Periksa Kontraktor

Anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Marsanova Andesra. foto/dok : red24.

Jalan Rp 12 Miliar Amblas, Anggota DPRD Minta APH Periksa Kontraktor

nalar24.id | HARAU LIMAPULUH KOTA – Baru sekitar satu setengah tahun diserahterimakan, akses Jalan Luruih Sawah Bandang di Jorong Tanjung Pati, Nagari Koto Tuo, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, kini mengalami rusak parah dan hancur total.

​Pemerintah setempat terpaksa menutup total akses jalan bernilai belasan miliar rupiah tersebut guna mengantisipasi jatuhnya korban jiwa.

​Proyek senilai lebih dari Rp 12 miliar yang bersumber dari APBN ini sebelumnya diperjuangkan oleh Anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Marsanova Andesra, melalui jalur aspirasi Anggota DPR RI Komisi V, Athari Gauthi Arda.

Pengerjaannya dilakukan oleh pihak kontraktor pelaksana, PT GS Persindo, sebelum diserahkan kepada Pemerintah Daerah Provinsi.

​Saat meninjau lokasi pada Jumat (9/10/2026), Marsanova Andesra – yang akrab disapa Andes – mengaku kaget dan kecewa berat melihat buruknya kualitas pengerjaan proyek tersebut.

​”Kita sangat menyesalkan kualitas pekerjaan ini. Ini jalan masih tergolong baru selesai, tapi akibat pengerjaan oleh pemborong yang diduga asal-asalan, dampaknya hancur begini,” ujar Andes melalui pesan tertulis, Senin (12/10/2026).

​Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut mengungkapkan, sejak tahap perencanaan dirinya telah mengingatkan Dinas PUPR Provinsi dan tim perencana mengenai keberadaan saluran air (tali bandar) di bawah badan jalan yang berarus deras saat hujan. Namun, masukan tersebut disinyalir tidak dihiraukan.

​”Di bagian tengah dekat Koto Tuo juga sudah amblas,” tambah Andes.

​Atas kondisi yang dinilai janggal dan berpotensi merugikan keuangan negara ini, Andes mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh.

​”Saya minta APH tolong periksa pengerjaan jalan ini. Diduga kuat pengerjaannya terlalu serampangan dan jauh dari standar teknis yang baik. Kita sudah berdarah-darah melobi ke pusat membawa anggaran Rp 12 miliar, tapi justru rekanannya yang bekerja tidak becus,” tegasnya.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak rekanan atas nama Mulyadi belum memberikan tanggapan. Panggilan telepon dan pesan WhatsApp yang dikirimkan wartawan belum direspons.

Kronologi Tergerus Arus Deras dan Penutupan Total

​Kerusakan fatal pada struktur jalan dipicu oleh hujan deras yang menyebabkan luapan debit sungai pada Senin malam (5/10/2026). Hantaman arus menggerus struktur bawah jalan hingga mengakibatkan longsoran sepanjang 35 meter dengan kedalaman abrasi mencapai 2,5 meter.

​Merespons kondisi darurat tersebut, tim gabungan Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota yang dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesra, Alfian, bersama unsur Forkopimda, Dinas PU, BPBD, hingga masyarakat setempat meninjau lokasi dan menggelar rapat penanganan darurat pada Kamis (8/10/2026).

​Alfian menegaskan, penutupan jalan secara total merupakan langkah mutlak demi keselamatan masyarakat.

​”Secara teknis penanganan jalan sepenuhnya kita serahkan kepada Dinas PU. Untuk saat ini, kita putuskan jalur ditutup total karena kondisi jalan rusak berat dan sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan, baik roda dua maupun roda empat,” kata Alfian di lokasi.

​Pemkab Limapuluh Kota mengimbau warga untuk menggunakan jalur alternatif dan tidak nekat menerobos barikade penutupan jalan. Selanjutnya, Pemkab akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk penanganan pascabencana, mulai dari masa tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi fisik secara permanen.

lutfi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *