Tangerang Bersyukur 394 KH Ubaidillah Tausiyah Sejuk di Masjid Agung Al-Amjad Tigaraksa Syukur Kunci Keberkahan Negeri

Bupati dan KH Hafis Gunawan berdoa Masjid Agung Al-Amjad Tigaraksa Tangerang Bersyukur 394
Bupati Tangerang mengenakan peci hitam corak dan KH Hafis Gunawan Ketua PWNU Banten peci putih duduk bersila berdoa bersama dengan khusyuk di ruang utama Masjid Agung Al-Amjad Tigaraksa saat tausiyah Tangerang Bersyukur dalam rangka HUT ke-394 Kabupaten Tangerang. Foto: bgx/nalar24.id

Nalar24.id | TANGERANG – Mengawali puncak acara keagamaan dalam rangkaian Tangerang Bersyukur, para jamaah disuguhkan ceramah agama dan tausiyah yang menyejukkan dari penceramah kondang, KH. Ubaidillah, di ruang utama Masjid Agung Al-Amjad, Tigaraksa, Rabu (08/10/2026).

Acara keagamaan tersebut menjadi salah satu rangkaian utama dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-394 Kabupaten Tangerang. Sejak pagi, ribuan jamaah dari berbagai elemen masyarakat telah memadati masjid kebanggaan warga Kabupaten Tangerang tersebut. Terlihat jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Tangerang, tokoh masyarakat, alim ulama, ASN, pengemudi ojek online, hingga warga umum duduk bersila bersama tanpa sekat.

Dalam ceramahnya di hadapan ribuan jamaah, KH. Ubaidillah menekankan pentingnya memaknai usia ke-394 Kabupaten Tangerang sebagai wujud nikmat besar yang wajib disyukuri bersama oleh seluruh masyarakat. Menurutnya, usia yang hampir empat abad adalah perjalanan panjang yang penuh berkah dan harus diisi dengan rasa syukur yang mendalam.

Ribuan jamaah tausiyah KH Ubaidillah Masjid Agung Al-Amjad Tigaraksa
Ribuan jamaah ASN ulama pengemudi ojek online dan warga umum duduk di lantai Masjid Agung Al-Amjad Tigaraksa mengikuti ceramah agama dan tausiyah sejuk dari KH Ubaidillah dalam puncak acara keagamaan Tangerang Bersyukur 394, dengan spanduk Tangerang Bersyukur di panggung. Foto: bgx/nalar24.id

Beliau menyampaikan bahwa rasa syukur sebuah daerah tidak hanya diucapkan melalui lisan, tetapi juga harus diwujudkan melalui perbuatan nyata, menjaga kedamaian, memperkuat keimanan, dan menjaga persatuan antar warga. Tanpa wujud nyata, syukur hanya akan menjadi ucapan kosong.

“Syukur adalah kunci keberkahan suatu negeri. Ketika pemerintah dan rakyatnya bersatu dalam ketaatan, saling merangkul, dan menjaga ukhuwah Islamiyah serta persatuan, maka Allah SWT akan melimpahkan keberkahan dari langit dan bumi untuk Kabupaten Tangerang,” tutur KH. Ubaidillah dengan penuh khidmat di hadapan jamaah yang khusyuk mendengarkan.

BACA JUGA : Portal JDIH E-Legislation DPRD Kabupaten Tangerang Dibuka, Masyarakat Bisa Pantau Pembahasan Raperda

KH. Ubaidillah juga menjelaskan bahwa keberkahan sebuah daerah sangat ditentukan oleh harmonisnya hubungan antara pemimpin dan rakyatnya. Jika keduanya saling mendukung dalam kebaikan dan ketaatan, maka Allah akan menurunkan rahmat dan menjauhkan daerah tersebut dari segala bentuk bencana dan perpecahan.

Lebih lanjut, beliau juga mengapresiasi kebersamaan seluruh lapisan masyarakat yang hadir melebur tanpa sekat di Masjid Agung Al-Amjad. Menurutnya, pemandangan langka tersebut harus terus dijaga sebagai modal sosial pembangunan.

Momen berkumpulnya ASN, ulama, pengemudi ojek online, hingga warga umum ini dinilainya sebagai wujud keharmonisan yang harus terus dirawat demi kemajuan daerah. Tidak ada perbedaan status sosial di dalam masjid, semua sama-sama hamba Allah yang ingin memohon keberkahan untuk Kabupaten Tangerang.

“Apa yang saya lihat hari ini di Masjid Agung Al-Amjad ini luar biasa. ASN duduk bersama ulama, pengemudi ojol duduk bersama pejabat, warga umum berbaur tanpa sekat. Ini adalah wujud keharmonisan yang harus kita rawat. Inilah kekuatan Tangerang,” ujarnya disambut anggukan jamaah.

Tausiyah hangat yang diselingi dengan pesan-pesan kebaikan, kisah-kisah teladan, dan candaan yang menyejukkan tersebut membuat jamaah betah berlama-lama di dalam masjid. Banyak jamaah yang terlihat mencatat pesan-pesan penting yang disampaikan oleh KH. Ubaidillah.

BACA JUGA : Ribuan Warga Padati Masjid Raya Al Azhom Tangerang, Tabligh Akbar Cahaya Hati Doa untuk Bangsa Digelar Khidmat

Di akhir tausiyah, acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh KH. Hafis Gunawan Ketua PWNU Banten. Doa tersebut dipanjatkan agar Kabupaten Tangerang senantiasa dijauhkan dari segala marabahaya, bencana, dan perpecahan, serta diberikan pemimpin yang amanah, jujur, dan peduli terhadap rakyatnya.

Selain itu, doa juga dipanjatkan agar Kabupaten Tangerang di usianya yang ke-394 ini dijadikan daerah yang semakin religius, sejahtera, aman, dan penuh keberkahan. Ribuan jamaah yang hadir tampak mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi, mengamini doa dengan penuh kekhidmatan.

Tampak Bupati Tangerang bersama jajaran pejabat duduk bersila di shaf terdepan, mengikuti doa bersama dengan mata terpejam dan tangan menengadah. Suasana haru menyelimuti ruang utama Masjid Agung Al-Amjad.

Dengan terselenggaranya Tangerang Bersyukur 394 ini, Pemkab Tangerang berharap nilai-nilai religius semakin menguat di tengah masyarakat dan menjadi pondasi dalam membangun Kabupaten Tangerang yang gemilang dan berkeberkahan.

(Deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *