Nalar24.id | KOTA TANGERANG – Dinkes Kota Tangerang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi paparan abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat diminta menerapkan langkah perlindungan diri dan lingkungan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan. Imbauan disampaikan Selasa 8 September 2026.
Pertama, Lindungi Diri dengan APD.
Kepala Dinkes Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni mengingatkan masyarakat menerapkan tiga langkah siaga. Langkah pertama melindungi diri dengan pakaian dan alat pelindung.
Saat di luar ruangan, warga disarankan memakai baju lengan panjang, celana panjang, dan topi.
”Selain pakaian tertutup, penggunaan masker dan kacamata pelindung juga penting untuk mengurangi paparan abu ke saluran pernapasan dan mata. Warga juga disarankan menggunakan sarung tangan untuk menghindari kontak langsung abu vulkanik dengan kulit,” jelas dr. Dini.
Kedua, Jaga Lingkungan dan Sumber Air.
Langkah kedua adalah melindungi lingkungan dan memastikan sumber air bersih tetap aman. Masyarakat diminta menutup rapat tempat penyimpanan air agar tidak terkontaminasi debu vulkanik.
Warga juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan tetap berada di dalam rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak.
Ketiga, Bersihkan Diri dan Rumah dengan Benar.
BACA JUGA : Golden Age Spirit Riders Gelar Donor Darah Massal di Gunung Mas Puncak
Langkah ketiga dilakukan setelah bepergian atau terpapar abu vulkanik, yaitu segera membersihkan diri.
”Warga dianjurkan mandi dan membilas seluruh bagian kulit yang terkena abu. Jika mata terasa perih, segera bersihkan dengan air bersih dan hindari menggosok mata,” tutur dr. Dini.
Pakaian yang digunakan saat di luar ruangan juga sebaiknya dicuci secara terpisah. Hal ini untuk mencegah sisa abu menempel pada pakaian lain dan kembali menyebar di rumah.
Selanjutnya, rumah dibersihkan menggunakan lap basah. Dinkes mengimbau hindari menyapu abu dalam kondisi kering karena dapat membuat partikel debu kembali beterbangan dan berpotensi terhirup.
Dinkes Kota Tangerang mengajak masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi serta imbauan resmi dari pemerintah.
Dengan menerapkan perlindungan diri, menjaga sumber air bersih, membatasi aktivitas luar ruangan, serta membersihkan tubuh dan lingkungan dengan benar, masyarakat dapat mengurangi risiko paparan abu vulkanik.
(avriyani)
