Gubernur Andra Soni Panen Padi PM-AAS di Serang, Hasil Capai 12,88 Ton/Ha

Gubernur Banten Andra Soni menaiki combine harvester saat panen padi PM-AAS di Kelurahan Kasunyatan Kecamatan Kasemen Kota Serang`
Gubernur Banten Andra Soni bersama Wali Kota Serang Budi Rustandi menaiki combine harvester saat panen padi PM-AAS di Kelurahan Kasunyatan, Kasemen, Selasa 1 September 2026. Foto: jamal/Nalar24.id

Nalar24.id | SERANG – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan pentingnya peningkatan kesejahteraan petani melalui penerapan sistem pertanian modern. Salah satunya dengan metode Pertanian Modern Advanced Agricultural System atau PM-AAS.

Hal itu disampaikan Andra saat menghadiri acara panen bersama teknologi PM-AAS di Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Selasa 1 September 2026.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Serang Budi Rustandi, Kepala Balai Besar Perakitan Modernisasi Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Harris Syahbuddin, serta tamu undangan lainnya.

Suasana panen bersama PM-AAS 100 Ha di Kota Serang
Suasana panen bersama PM-AAS 100 Ha di Kota Serang yang dihadiri Gubernur Andra Soni. Foto: http://Nalar24.id

Andra Soni mengungkapkan rasa senangnya karena beberapa kelompok tani di Kota Serang sudah berhasil menerapkan pola tanam dan panen menggunakan teknologi PM-AAS.

“Dengan menggunakan metode ini, para petani bisa mendapatkan keuntungan sekitar Rp49 juta per musim tanam dari setiap hektarenya. Artinya jika petani kita mempunyai lahan satu hektare saja, dengan pendapatan sebesar itu cukup sejahtera,” kata Andra Soni.

BACA JUGA : Diresmikan Andra Soni, Pemkab Tangerang Hibahkan Lahan untuk 7 USB se-Banten

Ia juga ingin memastikan angka tersebut benar-benar dirasakan petani. “Bapak-bapak bener enggak angka-angka kenaikan itu?,” tanya Andra kepada perwakilan tujuh kelompok tani. Serentak para petani menjawab benar.

“Nanti saya bersama Wali Kota dan Kapolres Serang Kota akan mengecek langsung ke petaninya,” tambah Andra.

Menurut data, modernisasi dengan PM-AAS dapat meningkatkan produktivitas padi hingga 12,88 ton per hektare. Angka normal sebelumnya hanya 6 ton per hektare.

BACA JUGA : Hasil Akhir Kejurnas Hockey Indoor 2026, Jawa Barat dan DKI Jakarta Dominan, Andra Soni Bangga Banten Jadi Tuan Rumah

Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Banten Andry Polos menambahkan, luas lahan yang menggunakan PM-AAS mencapai 100 hektare di Kelurahan Margaluyu, Kilasah dan Kasunyatan. Petani menggunakan bibit padi Inpari 32 dan melibatkan tujuh Poktan.

Statistisi Ahli Madya BPS Kota Serang Suhandi menyampaikan hasil survei ubinan menunjukkan 1 hektare dengan PM-AAS bisa menghasilkan 12,88 ton.

Andra juga berkomitmen mempertahankan Lahan Baku Sawah dan mengoptimalkan irigasi. “Saya optimis dengan penerapan teknologi ini, Provinsi Banten akan semakin kuat sebagai daerah penyangga pangan nasional,” ujarnya.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *