Kisah Keislaman Umar bin Khattab: Dari Penentang Dakwah Menjadi Pembela Islam

Umar bin Khattab memeluk Islam
Ilustrasi Umar bin Khattab. Keislamannya menjadi titik balik penting dalam sejarah dakwah Islam di Makkah.

Nalar24.id | Religi – Di antara peristiwa penting dalam perjalanan dakwah Rasulullah ﷺ, keislaman Umar bin Khattab tercatat sebagai momen yang mengubah arah sejarah Islam. Sosok yang awalnya dikenal tegas, keras, dan menentang dakwah Islam, justru kemudian menjadi salah satu sahabat terdekat Rasulullah dan Khalifah kedua yang dikenang karena keadilannya.

Sebelum memeluk Islam, Umar bin Khattab adalah tokoh Quraisy yang disegani.

Ia tidak menyukai dakwah Rasulullah ﷺ karena dianggap memecah belah masyarakat Makkah dan meninggalkan tradisi nenek moyang. Ketegasannya membuat kaum muslimin awal merasa gentar.

Pada suatu hari, Umar keluar dengan pedang terhunus. Niatnya menemui Rasulullah ﷺ untuk mengakhiri dakwah beliau. Namun di tengah jalan, ia bertemu Nu’aim bin Abdullah yang mengabarkan bahwa adiknya, Fatimah binti Al-Khattab, bersama suaminya Sa’id bin Zaid telah memeluk Islam.

Mendengar kabar itu, Umar menuju rumah adiknya. Di sana ia mendengar lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang dibacakan Khabbab bin Al-Aratt. Setelah sempat terjadi perselisihan, Umar meminta lembaran Al-Qur’an tersebut diperlihatkan.

Fatimah menolak sebelum Umar bersuci. Setelah membersihkan diri, Umar membaca awal Surah Thaha. Semakin ia membaca, hatinya semakin luluh. Keindahan susunan ayat dan kebenaran maknanya mengguncang jiwa yang sebelumnya dipenuhi kebencian.

Khabbab kemudian menyampaikan bahwa Rasulullah ﷺ pernah berdoa:

“Ya Allah, muliakan Islam dengan salah seorang dari dua orang yang paling Engkau cintai: Umar bin Al-Khattab atau Abu Jahl bin Hisyam.”

Baca Juga : Masjid Bukan Sekadar Bangunan: Andra Soni Ingin Al Mubarokah Jadi Pusat Lahirnya Generasi Unggul Banten

Ucapan itu menguatkan tekad Umar. Ia lalu meminta diantarkan ke Darul Arqam. Sesampainya di sana, para sahabat sempat khawatir. Namun Rasulullah ﷺ mempersilahkannya masuk. Di hadapan beliau, Umar mengucapkan dua kalimat syahadat.

Takbir pun bergema. Keislaman Umar menjadi kekuatan baru bagi kaum muslimin yang saat itu masih berdakwah secara sembunyi-sembunyi.

Sejak hari itu, Umar bin Khattab tidak lagi dikenal sebagai penentang. Ia menjadi pembela agama yang pemberani dan kelak memimpin umat sebagai Khalifah Umar bin Al-Khattab, yang dikenal dengan gelar “Al-Faruq” karena kemampuannya membedakan haq dan bathil.

red24

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *