Sambut Hari Anak Nasional, Pemkot Tangerang Paparkan 12 Program Pro Anak

tihar sopian hari anak nasional kota tangerang
Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang Tihar Sopian mengalungkan rompi kepada siswa saat kegiatan peringatan Hari Anak Nasional di Kota Tangerang

Nalar24.id | Tangerang – Hari Anak Nasional diperingati setiap 23 Juli sebagai momentum untuk mengingatkan pentingnya pemenuhan hak-hak anak serta menciptakan lingkungan yang aman, sehat dan mendukung tumbuh kembang mereka.

Sejalan dengan semangat tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus menghadirkan berbagai program dan layanan yang berpihak pada anak, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan, hingga penyediaan ruang bermain dan partisipasi anak dalam pembangunan.

Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang Tihar Sopian mengatakan, Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh elemen masyarakat bahwa pemenuhan hak dan perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama.

“Anak-anak adalah generasi penerus yang harus kita siapkan sejak dini. Melalui berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan, hingga penguatan peran keluarga, kami ingin memastikan setiap anak di Kota Tangerang memperoleh haknya untuk tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, ramah, dan penuh kasih sayang,” tutur Tihar, Selasa (22/7/2026).

siswa ikuti peringatan hari anak nasional kota tangerang
Puluhan siswa mengenakan rompi hijau mengikuti kegiatan peringatan Hari Anak Nasional yang digelar Pemkot Tangerang.

Berikut 12 Program Pro Anak Kota Tangerang :

1. Bunda PAUD : Peningkatan akses dan kualitas PAUD serta monitoring Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan.

2. Beasiswa Tangerang : Bantuan biaya pendidikan bagi siswa SD dan SMP dari keluarga kurang mampu.

3. PUSPAGA : Layanan konsultasi gratis bagi orang tua dan anak soal pola asuh hingga kekerasan pada anak.

4. UPTD PPA dan SILACAK PERAK : Layanan perlindungan perempuan dan anak dengan pendampingan psikologis dan hukum.

5. Forum Anak Kota Tangerang : Pembinaan hingga tingkat kelurahan agar anak jadi pelopor dan pelapor.

6. Kampung Ramah Anak : Pengembangan ruang bermain, belajar, dan berkreasi berbasis masyarakat.

7. Sekolah Ramah Anak : Implementasi di jenjang TK, SD, SMP agar lingkungan belajar aman dan bebas kekerasan.

8. Layanan Kesehatan Anak : 39 Puskesmas sediakan imunisasi, Posyandu ILP, SDIDTK, vitamin A, dan KIA.

9. Perpustakaan Ramah Anak : Ruang baca anak, mini teater, storytelling, dan program Si BALI.

10. Ruang Bermain dan Graha Kita Bersama : Penambahan RTH, taman bermain, dan pusat aktivitas anak.

11. Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah : Memperkuat peran keluarga dan kedekatan emosional.

12. Menuju Kota Layak Anak : Komitmen pemenuhan hak anak di bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan, dan partisipasi.

(Avriyani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *