Nalar24.id | TANGERANG — Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, melakukan peninjauan dan monitoring penanganan warga terdampak asap kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Rajeg, Minggu (5/7/2026).
Kunjungan dilakukan ke dua titik. Pertama di Kantor Desa Tanjakan Mekar yang difungsikan sebagai posko penerimaan bantuan. Kedua di Perum Rajeg Hills yang menjadi lokasi pengungsian warga.
“Kami meninjau kesiapan 2 posko di Kantor Desa Tanjakan Mekar dan Perum Rajeg Hills, memastikan distribusi bantuan berjalan dengan baik, sekaligus berdialog dengan para petugas dan masyarakat terdampak untuk mendengarkan langsung kondisi yang mereka alami,” ujar Wabup Intan.
Intan juga mencermati data fluktuasi jumlah pengungsi di posko. Berdasarkan laporan, pada 30 Juni 2026 tercatat 30 KK atau 62 jiwa mengungsi. Jumlah itu meningkat menjadi 67 orang pada 1 Juli, turun ke 5 orang pada 2 Juli, lalu kembali naik signifikan menjadi 148 orang pada 3 Juli dan 302 orang pada 4 Juli. Per 5 Juli 2026, tercatat 20 orang masih berada di pengungsian.
Ia menegaskan Pemkab Tangerang berkomitmen penuh dalam penanganan, tidak hanya pada proses pemadaman di TPA Jatiwaringin Mauk, tetapi juga pada dampak yang dirasakan masyarakat.
“Kami pemerintah daerah tidak akan berhenti untuk mengirimkan logistik, kebutuhan masyarakat, pemeriksaan kesehatan dan menyiagakan rumah sakit terdekat untuk rujukan medis lanjutan. Kami juga pastikan, insya Allah semuanya terkendali,” ungkapnya.
Di posko Desa Tanjakan Mekar, Intan meninjau stok bantuan yang disalurkan berbagai instansi dan donatur. Bantuan berupa alas tidur, kasur, paket sembako, makanan siap saji, air mineral, selimut, matras, hingga kebutuhan bayi dan lansia.
Ia mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan petugas, menggunakan masker saat beraktivitas di wilayah terdampak, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami keluhan.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap mengikuti arahan petugas, menggunakan masker saat beraktivitas di wilayah terdampak, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan kesehatan,” imbaunya.
Intan juga mengapresiasi sinergi BNPB, kementerian, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Dinas Sosial, TNI, Polri, tenaga kesehatan, relawan, hingga para donatur.
“Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen memastikan seluruh warga terdampak memperoleh pelayanan terbaik. Kebutuhan logistik, layanan kesehatan, serta kenyamanan para pengungsi menjadi perhatian utama kami,” pungkasnya.
(Deddy)












