Tanpa APBN: MBG untuk Anak Berkebutuhan Khusus di Tangerang Jadi Benchmark CSR Nasional

Aksi tebar bibit ikan oleh jajaran pejabat di Sekolah Khusus Negeri 1 Kabupaten Tangerang
Simbol kepedulian: Pejabat dan mitra menebar bibit ikan di SKhN 1 sebagai bagian dari rangkaian MBG inklusif.

Nalar24.id | TANGERANG — Di tengah pembahasan besar Program Makan Bergizi Gratis nasional, Kabupaten Tangerang menghadirkan model berbeda.

Di SKhN 1 Balaraja, MBG berjalan tanpa menyentuh APBN. Dana sepenuhnya berasal dari CSR perusahaan swasta Grab, OVO, dan Yayasan Inklusi Pelita Bangsa.

Model ini langsung ditinjau Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Jamintel Kejagung Prof. Dr. Reda Manthovani dan Kepala PPATK Dr. Ivan Yustiavandana, Kamis (16/7/2026).

“Program ini dibiayai murni oleh CSR perusahaan. Kami berharap bisa menjadi benchmark nasional,” kata Ivan.

Kegiatan ini juga dirangkai peringatan 24 Tahun Gerakan Nasional Anti Pencucian Uang. Bagi PPATK, memuliakan anak berkebutuhan khusus adalah bagian dari bela negara.

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mendampingi Kepala PPATK dan Jamintel Kejagung dalam program MBG CSR
Kolaborasi pemerintah, kejaksaan, PPATK dan swasta dalam program MBG berbasis CSR untuk siswa SKhN 1 Kabupaten Tangerang. Deddy/Nalar24.id

Bupati Maesyal menegaskan negara hadir memastikan hak yang sama bagi 290 siswa ABK di SKhN 1. “Mereka mungkin berbeda secara fisik, tetapi mereka bagian dari kita. Tugas kita memberi kesempatan terbaik,” ujarnya.

Ketua Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, Cahaya Mantovani, berkomitmen menjalankan program berkelanjutan sebagai dukungan program prioritas Presiden Prabowo.

Ia berharap semakin banyak pihak terlibat agar stigma terhadap ABK hilang. “Semua anak Indonesia berhak hidup, belajar, berkarya, dan meraih masa depan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *