FORMATUR dan KKN Pradipta 12 Global Institute Edukasi Pelajar Al-Azhariyah Tolak Narkoba

Mahasiswa FORMATUR dan KKN Pradipta 12 beri sosialisasi bahaya narkoba di Al-Azhariyah Rajeg
Mahasiswa FORMATUR bersama KKN Pradipta Kelompok 12 Global Institute saat memberikan sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba di Yayasan Al-Azhariyah Sukasari, Rajeg, Selasa 15/9/2026. dok: Riki/NALAR24.ID

Nalar24.id | TANGERANG – Upaya membangun kesadaran generasi muda terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba terus dilakukan melalui edukasi langsung kepada pelajar. Forum Mahasiswa Tangerang Utara (FORMATUR) bersama KKN Pradipta Kelompok 12 Global Institute menyelenggarakan Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba bagi Pelajar di Yayasan Al-Azhariyah Sukasari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Generasi Muda Sehat, Cerdas, dan Berani Menolak Narkoba” tersebut menyasar para pelajar SMA dan SMK Al-Azhariyah Sukasari.

Hadirkan Narasumber BNK Tangerang
Kegiatan menghadirkan dua narasumber dari Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Tangerang, yakni Ika Novriana, S.Farm., selaku Konselor Adiksi BNK Kabupaten Tangerang, serta Drs. H. Arief Rachman T., M.M., selaku Sekretaris BNK Kabupaten Tangerang.

Narasumber BNK Tangerang berikan materi P4GN kepada pelajar Al-Azhariyah Rajeg
Narasumber dari BNK Kabupaten Tangerang foto bersama sesudah memberikan materi tentang P4GN dan dampak narkoba kepada pelajar SMA SMK Al-Azhariyah Sukasari, Rajeg, Selasa 15/9/2026. dok : Riki/NALAR24.ID

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, serta sambutan dari pihak terkait. Selanjutnya, peserta mendapatkan pembekalan mengenai bahaya dan pencegahan penyalahgunaan narkoba, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan kuis atau evaluasi singkat sebelum ditutup dengan dokumentasi bersama.

Materi Bahaya Narkoba dan P4GN
Dalam pemaparannya, Ika Novriana memberikan pemahaman kepada peserta mengenai narkoba, NAPZA, serta konsep P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika).

Peserta juga dikenalkan dengan sifat narkoba yang dapat menyebabkan ketergantungan, di antaranya habitual, adiktif, dan toleran.
Selain membahas jenis dan sifat narkoba, narasumber menjelaskan berbagai dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kondisi fisik, perilaku, psikologis, dan emosional.

BACA JUGA : Cegah 3C dan Tawuran, Polsek Tangerang Gelar Patroli Cipkon Dini Hari

Pelajar juga diberikan pemahaman mengenai sejumlah perubahan yang dapat menjadi indikasi penyalahgunaan narkoba, termasuk perubahan fisik, pola perilaku, kondisi psikologis, hingga penurunan prestasi.

Dorong Pelajar Jadi Agent of Change
Sementara itu, Drs. H. Arief Rachman T., M.M. menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga diri dan lingkungan dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

Generasi muda tidak hanya diharapkan mampu menolak narkoba untuk dirinya sendiri, tetapi juga menjadi agent of change dan role model bagi lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Pesan yang disampaikan tidak berhenti pada larangan untuk menggunakan narkoba. Pelajar didorong untuk mengisi kehidupan dengan kegiatan positif, seperti belajar, meningkatkan keterampilan, memanfaatkan waktu secara efektif, memperbanyak membaca, menjaga akhlak, serta memperkuat hubungan dengan keluarga dan lingkungan.

Pendekatan “Tanpa Narkoba dengan Cinta” turut diperkenalkan sebagai upaya membangun ketahanan diri generasi muda melalui rasa cinta terhadap diri sendiri, keluarga, bangsa dan negara, serta agama.

BACA JUGA : 80 Suporter Orange Cisadane Dikawal Polisi Menuju SUGBK Dukung Persija vs Persib

Komitmen Mahasiswa Bentengi Pelajar
Di sela acara, Ketua Umum FORMATUR Riki Ade Suryana menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk membentengi pelajar dari ancaman narkotika.

“Kami dari Formatur memandang bahwa Tangerang Utara harus bersih dari ancaman narkoba yang bisa merusak masa depan anak-anak muda kita. Edukasi preventif semacam ini adalah langkah konkret agar benteng pertahanan mental para pelajar di tingkat akar rumput semakin kuat,” tegas Riki.

Senada, Ketua KKN Pradipta Kelompok 12 Global Institute Fajri Khaerullah menyoroti pentingnya kolaborasi dan pendekatan kekinian agar pesan pencegahan narkoba diterima remaja.

“Melalui kolaborasi KKN Pradipta dan Formatur ini, kami berupaya menghadirkan ruang edukasi yang interaktif dan relevan dengan dunia pelajar. Butuh kepedulian kolektif agar para pelajar lebih produktif, kreatif, serta berani menolak narkoba,” ujar Fajri.

Antusiasme peserta terlihat dari interaksi aktif saat diskusi dan tanya jawab. FORMATUR dan KKN Pradipta 12 berharap para pelajar menjadi bagian dari gerakan membangun lingkungan yang sehat, kreatif, berprestasi, dan bebas dari narkoba.

(riki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *