Sehari Setelah 17 Agustus, Mahasiswa UI Turun ke Jalan: Kemerdekaan Macam Apa yang Kita Rayakan?

Mahasiswa UI dan polisi berhadapan saat aksi damai di Bundaran HI
Mahasiswa UI berorasi, polisi kawal aksi di Bundaran HI. Foto: red/NALAR24.id

Nalar24.id | JAKARTA — Sehari setelah perayaan HUT ke-81 RI, suasana Bundaran HI berbeda. Jalan Jenderal Sudirman dipadati mahasiswa Universitas Indonesia yang menggelar aksi #MerebutKemerdekaan, Selasa (18/8/2026).

Mereka tidak datang untuk merayakan. Mereka datang untuk bertanya.

“Sehari setelah seremoni kenegaraan itu digelar, kami turun ke jalan bukan untuk merayakan, tapi untuk bertanya dengan lantang: kemerdekaan macam apa yang sedang kita rayakan?” kata Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan.

Mahasiswa duduk di atas mobil komando BEM UI saat aksi di Bundaran HI
Mahasiswa UI orasi dari mobil komando di aksi #MerebutKemerdekaan. Foto: red/NALAR24.id

Aksi dimulai di depan Gedung UOB. Mahasiswa dengan jaket kuning khas UI berorasi, membawa bendera, dan spanduk berisi kritik. Polisi berjaga di balik barikade besi bertuliskan “POLISI POLRESTRO JAKPUS”.

Dalam orasinya, BEM UI menyuarakan 8 tuntutan. Mulai dari hentikan KKN, turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, wujudkan reforma agraria, hingga evaluasi total PSN dan hentikan MBG serta KDMP. Mereka juga menolak pemusatan kekuasaan dan intervensi aparat di ruang sipil.

Aksi berjalan damai. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengapresiasi mahasiswa karena penyampaian aspirasi berlangsung kondusif.

BACA JUGA : Gugat Berhala Politik Seruan BEM untuk Demokrasi Sehat dari Dalam Parpol

“Kami menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa yang pada hari ini sudah menyampaikan aspirasinya dan semua berjalan kondusif,” ujarnya.

Barikade besi bertuliskan POLISI POLRESTRO JAKPUS di lokasi demo Bundaran HI
Barikade polisi di Bundaran HI saat aksi mahasiswa. Foto: red/NALAR24.id

Budi juga menjelaskan mengapa massa tidak diizinkan masuk ke titik nol Bundaran HI. Menurutnya, kawasan itu adalah urat nadi Jakarta. Ada pusat perbelanjaan, moda transportasi, hingga konsulat negara asing.

“Apabila terjadi stagnasi arus lalu lintas di wilayah Bundaran HI ini akan membuat kemacetan sampai Patung Kuda, Semanggi, dan Sudirman,” jelasnya.

Usai orasi selesai, massa membubarkan diri. Arus lalu lintas di Sudirman pun kembali normal.

Pertanyaan yang dilempar mahasiswa masih menggantung: Kemerdekaan macam apa yang kita rayakan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *