Nalar24.id | TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang melalui Perumda Tirta Benteng memperkuat kesiapan pasokan air bersih untuk mengantisipasi dampak musim kemarau.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi apabila terjadi penurunan ketersediaan air di sejumlah wilayah.
Direktur Teknik Perumda Tirta Benteng Joko Surana juga turun langsung memantau instalasi pengolahan air yang akan disalurkan ke seluruh pelanggan Kota Tangerang, Selasa 18/8/26. Pemantauan ini sekaligus memastikan kualitas air tetap aman.
Diketahui, Senin 9/2 malam aliran air sempat tercemar polutan akibat kebakaran pabrik di Kota Tangsel. Namun saat ini dipastikan seluruh air sudah normal tanpa cemaran fisika dan kimia.
Direktur Utama Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang Doddy Effendy mengatakan, pihaknya bersama BPBD telah berkoordinasi untuk memastikan kesiapan sumber air bersih apabila masyarakat mengalami kesulitan selama musim kemarau.
“Teman-teman PDAM sudah siap dengan reservoirnya kalau kita membutuhkan. Ke depan mudah-mudahan kita bisa mengambil opsi-opsi lain yang bisa mendekatkan ke area-area warga. Ini yang sedang dan terus kita maksimalkan,” ungkap Doddy, Selasa 18/8/26.
Menurut Doddy, kesiapan cadangan air bersih menjadi bagian penting dari mitigasi. Pasalnya masih terdapat sejumlah wilayah yang belum sepenuhnya terlayani jaringan air bersih.
Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang dan masyarakat yang mengandalkan air tanah mulai mengalami penurunan debit.
BACA JUGA : 705 Pesilat Ramaikan Nyimas Banten Open Tournament II, Jadi Ruang Ekspresi Perempuan
Untuk itu, Pemkot mengimbau masyarakat segera melapor jika mengalami gangguan. Masyarakat yang debit sumurnya mulai mengecil dapat melapor ke kelurahan, BPBD Kota Tangerang maupun layanan darurat 112.
Atau dapat langsung menghubungi call center Perumda Tirta Benteng di nomor 1500041 atau melalui WhatsApp 0811-6121-095 dengan chat only.
“Kalau mulai terjadi gangguan terhadap ketersediaan air, segera laporkan. Kami akan berupaya memberikan pelayanan secepat mungkin agar aktivitas masyarakat tidak terganggu secara signifikan,” jelas Doddy.
Pemkot Tangerang juga mengajak masyarakat menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Penggunaan air sesuai kebutuhan serta kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan air dan mengurangi dampak musim kemarau.
Doddy menegaskan, masyarakat tidak perlu menunggu kondisi darurat untuk melapor. Penanganan cepat diharapkan dapat meminimalkan dampak bagi warga.
(avriyani)
