Nalar24.id | TANGERANG — Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Paskibraka Kabupaten Tangerang Tahun 2026 resmi ditutup di Hotel Yasmin, Kabupaten Tangerang, Selasa 18 Agustus 2026.
Bupati Tangerang H. Maesyal Rasyid menegaskan, nilai-nilai dan wawasan yang diperoleh selama pelatihan tidak boleh berhenti diterapkan setelah tugas sebagai Paskibraka selesai.
Para peserta diminta membawa dan mengimplementasikan kedisiplinan, kepedulian, semangat gotong royong, dan pengalaman selama berada di Desa Bahagia kembali ke sekolah, keluarga, serta lingkungan masyarakat.

“Tugas kalian sebagai Paskibraka mungkin telah selesai, tetapi tugas kalian sebagai generasi penerus bangsa baru saja dimulai. Jadilah teladan dan jadikan nilai dan pengalaman yang diperoleh sebagai bekal untuk meraih cita-cita,” tegas Bupati Maesyal.
Ia menjelaskan, Sistem Desa Bahagia menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter peserta. Para pelajar yang berasal dari sekolah, keluarga, dan lingkungan berbeda dilatih untuk hidup bersama, saling menghargai, saling membantu, serta membangun rasa persaudaraan.
“Menjadi generasi muda tidak cukup hanya dengan memiliki kemampuan dan prestasi, tetapi juga harus memiliki kepedulian, karakter, semangat gotong royong, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Bupati Maesyal juga berpesan agar para Paskibraka terus belajar, berprestasi, memberikan manfaat, serta menjadi teladan bagi lingkungan.
BACA JUGA : 350 Scooteris Gelar Konvoi Kebangsaan dan Deklarasi Pelopor Kamtibmas di HUT RI ke-81
“Teruslah belajar dan berprestasi, jadilah teladan yang dapat menginspirasi serta memberikan manfaat bagi sekolah, keluarga dan masyarakat,” pesannya.
Di akhir sambutan, Bupati Maesyal menyampaikan selamat kepada seluruh Paskibraka Kabupaten Tangerang Tahun 2026 atas keberhasilan menyelesaikan pemusatan pelatihan dan penugasan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada para pelatih, pembina, pendamping, panitia, orang tua serta seluruh pihak terkait atas dukungan, doa, keikhlasan, tenaga dan pikiran yang telah dicurahkan.
“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mencurahkan waktu, tenaga, pikiran, doa, keikhlasan dan perhatian selama proses pelatihan sehingga menghantarkan peserta menyelesaikan seluruh rangkaian tugasnya dengan baik,” pungkasnya.
(Deddy)
