Nalar24.id | SERANG – Pemerintah Provinsi Pemprov Banten tengah melakukan revitalisasi kawasan peziarahan di Banten. Penataan ini diyakini akan menambah kenyamanan para peziarah yang datang baik dari nusantara maupun mancanegara.
Ke depan, konsep penataan yang diterapkan berbasis _one stop service_ atau layanan terpadu. Tujuannya agar peziarah tidak hanya fokus beribadah, tetapi juga mendapatkan fasilitas pendukung yang memadai.
“Ia meyakini, dengan revitalisasi yang dilakukan Pemprov Banten akan menambah kenyamanan para peziarah yang datang baik dari nusantara maupun mancanegara. Apalagi, ke depan konsep penataan yang dilakukan berbasis one stop service,” jelasnya.
Penataan fisik kawasan akan dibarengi dengan perbaikan sistem pelayanan. Mulai dari akses masuk, area parkir, fasilitas umum, hingga pusat oleh-oleh akan ditata agar lebih tertib dan terintegrasi.
“Penataan dilakukan, sistemnya juga kita perbaiki. Sehingga peziarah yang datang semakin nyaman. Mereka bisa berziarah dengan khusyuk dan pulang dengan membawa oleh-oleh yang baik dan terjangkau,” jelasnya.
Konsep _one stop service_ diharapkan mampu menjawab keluhan peziarah selama ini terkait fasilitas yang masih tersebar dan kurang tertata. Dengan begitu, aktivitas ziarah bisa berjalan khusyuk tanpa terganggu urusan logistik.
Selain aspek ibadah, revitalisasi ini juga menyasar penguatan ekonomi masyarakat sekitar. Pusat oleh-oleh dengan harga terjangkau dan produk berkualitas menjadi salah satu fokus, agar peziarah pulang membawa cenderamata khas Banten.
Pemprov Banten berharap revitalisasi ini dapat menjadikan kawasan peziarahan sebagai destinasi wisata religi yang tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga berdampak pada peningkatan ekonomi daerah dan citra Banten di tingkat nasional maupun internasional.
(Kanu)

Respon (2)